Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Fahmi menuturkan program efisiensi 2008 melalui MFOnisasi (bahan bakar murah) pembangkit hingga Agustus ini belum bisa terealisasi padahal ditargetkan bisa mencapai penghematan Rp 800 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghematan ketiga yakni penekanan susut jaringan dan efisiensi internal dari target Rp 500 miliar, realisasi sampai Agustus baru mencapai Rp 300 miliar.
Dan terakhir dari penerapan tarif non subsidi yang lebih besar untuk 6.600 VA, dari target Rp 2,7 triliun, realisasi hingga Agustus baru Rp 750 miliar.
"Sehingga target efisiensi sebesar Rp 5 triliun baru terealisasi Rp 1,05 triliun baru 21 persen," ujarnya. (ddn/ir)











































