"SBY tidak ada urusannya soal itu," ujar Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Utusan PBB untuk Myanmar Ibrahim Gambari di Kantor Pres, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Namun demikian menurut Andi harus diselidiki siapa yang bertanggung jawab dalam kontrak penjualan LNG yang dinilai Wapres Jusuf Kalla berbahaya ini.
"Ya memang kalau kita lihat kok tidak adil harganya segitu dan langsung dipatok 20 tahun, pada waktu itu harganya juga tidak terlau rendah dibanding dengan negara lain," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Megawati pun bersuara. Menurutnya, Jusuf Kalla dan SBY ikut bertanggung jawab soal harga jual LNG Tangguh.
(ddn/qom)











































