Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat paripurna kabinet di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
"Kita akan memilih tim nama-nama tim terlalu banyak, tapi yang paling penting kriterianya yang disebutkan Presiden, punya integritas dan tidak punya conflict of interest. Kita pikir berdasarkan CV, reputasi pengalaman mereka," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama setting pada saat itu, dan juga benchmark terhadap kontak yang ada di Indonesia maupun yang ada di seluruh dunia agar kita mempunyai argumen yang kuat dan logis mengenai kenapa sebuah agreement bisa dicapai," ujarnya.
Sri Mulyani menjamin tim ini akan bekerja transparan sehingga masyarakat bisa melihat alur dari pertimbangan negosiasi yang dilakukan pemerintah. (ddn/ir)











































