Pada perdagangan Minggu (31/8/2008), kontrak utama New York untuk minyak jenis light naik 1,24 dolar menjadi US$ 116,70 per barel. Harga bahkan langsung melonjak ke US$ 118,60 per barel sesaat setelah pasar elektronik dibuka.
New York Mercantile Exchange tetap membuka perdagangan di CME Globex platform, 3,5 jam lebih cepat ketimbang perdagangan normalnya guna memfasilitasi perdagangan sebelum badai Gustav mendarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gustav berpotensi bisa menjadi badai yang paling berbahaya untuk sektor energi yang pernah kita lihat. Gustav akan melintasi kawasan-kawasan paling penting. Saya yakin kita akan melihat beberapa kerusakan akibat Gustav," jelas Chris Jarvis, analis dari Caprock Risk Management seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/9/2008).
Lebih dari 96% produksi minyak di Teluk Meksiko dihentikan minggu kemarin. Teluk Meksiko tersebut memroduksi sekitar 1,3 juta barel minyak per hari, atau sekitar seperempat total produksi domestik AS.
Sekitar 9 kilang minyak dengan gabungan kapasitas sekitar 2,2 juta barel per hari harus ditutup, sementara kilang lainnya harus mengurangi produksi gara-gara Gustav.
Pertemuan OPEC
Sementara menteri perminyakan Iran kemarin mengatakan bahwa harga minyak US$ 100 per barel adalah harga paling rendah yang dapat diterima. Ia mengatakan, pasar minyak mendapat suplai yang cukup dalam beberapa pekan terakhir sehingga harga minyak sempat turun hingga 30 dolar dari level tertingginya di US$ 147 per barel.
OPEC rencananya akan menggelar pertemuan di Wina, Austria pada 9 September mendatang untuk mendiskusikan masalah produksi.
(qom/qom)











































