Jerman Diminta Kembali Mereindustrialisasi Indonesia

Updated Laporan dari Frankfurt

Jerman Diminta Kembali Mereindustrialisasi Indonesia

- detikFinance
Selasa, 02 Sep 2008 17:58 WIB
Jerman Diminta Kembali Mereindustrialisasi Indonesia
Frankfurt - Masuknya investasi Jerman ke Indonesia memiliki prospek baik, karena kita bisa memakai Jerman untuk kembali mereindustrialisasi Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala BKPM Muhammad Lutfi seusai pertemuan one on one dengan para pebisnis Jerman pada Temu Bisnis bertajuk Recent Development, Prospect and Business Opportunity in Indonesia di Intercontinental Hotel, Frankfurt, Jumat (29/8/2008).

Temu Bisnis ini merupakan rangkaian promosi terpadu KJRI Frankfurt bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), disusul partisipasi Indonesia untuk promosi pariwisata dan perdagangan dalam Museumsuferfest dengan dukungan penuh dari BI London.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lutfi mengatakan, realisasi investasi Jerman di Indonesia sepanjang 1990-2007 adalah US$1,3 miliar. Indonesia berkepentingan agar Jerman bisa masuk kembali ke 3 Besar investor di Indonesia dari posisi ke-11 saat ini.
 
Bagi Indonesia, meningkatnya kembali investasi Jerman memiliki prospek baik dengan keunggulan teknologinya terutama di bidang telekomunikasi dan kimia. "Karena teknologinya tinggi, kita bisa memakai Jerman untuk kembali mereindustrialisasi Indonesia," tandas Lutfi.

Menurut Lutfi, Bosch yang memproduksi spare parts sudah menyatakan untuk masuk ke Indonesia. Masuknya Bosch ini sangat penting karena akan menjadi booster bagi produsen mobil-mobil Eropa untuk juga masuk ke Indonesia.

"Sebab begini, spare parts mobil Eropa hanya bisa dipakai untuk mobil Eropa dan spare parts mobil Jepang hanya bisa dipakai untuk mobil Jepang," jelas Lutfi.

Siemens dan Ecocap

Selain Bosch, Lutfi juga mengungkapkan minat Siemens untuk masuk Indonesia dengan konsentrasi pada peralatan kesehatan. Bisnis kesehatan di Indonesia cukup menjanjikan. Setiap tahun saja tercatat US$ 4 miliar devisa kesehatan Indonesia lari ke luarnegeri.

Investor Jerman lainnya yang siap menanamkan uang ke Indonesia adalah Ecocap untuk pengembangan bioenergi yang lebih menekankan pada industri ramah lingkungan. Lutfi mengaku surprised bahwa ganggang (algae, red) ternyata juga bisa diolah untuk bahan bakar.

Terkait bioenergi, Indonesia menurut Lutfi memang peduli pada pengembangan teknologi ramah lingkungan sebagai bentuk tanggung pada Protokol Tokyo. Di samping itu Indonesia juga merupakan tuan rumah konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali.
 
Menjawab pertanyaan, Lutfi juga menyinggung mengenai salah satu investor besar otomotif dari Eropa yang segera akan masuk ke Indonesia. Namun ia tidak bersedia memerinci lebih jauh, karena masih pada tahap sangat sensitif.
(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads