Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai menghadiri Rakor Tim Optimalisasi Penerimaan Negara di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2008).
"Kalau tren-nya pertumbuhan ekonomi kan kemarin menunjukkan bahwa kalau growth kita masih cukup kuat, memang terlihat dalam komponen yang menunjang growth adalah impor barang modal dan bahan baku, dan kadang-kadang juga barang produksi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk menjaga Neraca Pembayaran secara keseluruhan kompensasinya adalah dari sisi Neraca Transaksi Modal, dalam hal ini tentunya berhubungan dengan kita dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang baik sehingga modal masuk baik dalam bentuk portofolio maupun FDI (Foreign Direct Investment) bisa berjalan, dan itu kelihatan sudah mulai tinggi juga," paparnya.
Sementara itu dari sisi ekspor, kinerja ekspor harus terus digenjot karena situasi global ekonomi yang melemah, permintaan dan harga barang ekspor Indonesia cenderung menurun yang lambat laun akan menipiskan surplus perdagangan, hal ini harus diwaspadai.
"Dalam situasi global ekonomi yang melemah maka ekspor kita terutama dari segi harga maupun dalam volume kita kan dipengaruhi oleh permintaan yang agak melemah. Neraca pembayaran kita dari sisi BI outlook-nya dari perdagangan memang akan menunjukkan surplus-nya dalam hal ini harus dikelola secara hati-hati. Artinya potensi ekspor yang masih sangat banyak harus terus digenjot," tuturnya. (dnl/ddn)










































