Tertarik Kerja Jadi Petugas Sarana KAI? Ini Job Desk-nya

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2020 16:44 WIB
Pengecekan kereta api
Foto: Dok. KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan BUMN operator kereta api yang informasi lowongan kerjanya banyak diburu job seeker. Para fresh graduate tentu tidak asing mendengar berbagai profesi yang berhubungan tentang kereta api, seperti masinis, kondektur, ataupun Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api).

Menurut Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo profesi penting yang menjadi salah satu garda terdepan di balik tersajinya pelayanan KAI yaitu petugas sarana. Lantas seperti apa pekerjaannya?

"Para pegawai di bidang sarana bertugas untuk melakukan segala perawatan dan pengecekan pada sarana kereta api, yakni kereta, gerbong, dan lokomotif. Merekalah yang memastikan kereta, gerbong, dan lokomotif siap untuk dioperasikan dengan aman dan nyaman bagi pelanggan kereta api," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, pembahasan tentang sarana kereta api, selain mencakup kereta, gerbong dan lokomotif, pastinya juga tidak lepas dari dipo dan balai yasa. Dipo adalah tempat di mana petugas unit sarana melakukan perawatan rutin terhadap kereta, gerbong, dan lokomotif. Sementara balai yasa dapat dianalogikan sebagai bengkel besar kereta api, tempat di mana sarana-sarana tersebut menjalani perawatan besar dua atau empat tahunan.

Di dipo, kata dia, petugas melakukan pemeriksaan rangka bawah, bogie (kerangka yang membentuk set roda dengan gandar), alat tolak tarik (alat yang perangkai kereta/gerbong/lokomotif), alat pengereman dan peralatan keselamatan pada kereta/gerbong.

Petugas sarana kereta/gerbong juga bertugas memastikan interior dan eksterior KA bersih, kelistrikan di dalam kereta/gerbong berjalan dengan baik, air conditioner (AC) berfungsi, audio video berfungsi dan toilet kereta bersih dan nyaman digunakan. Kegiatan perawatan dan perbaikan sarana tersebut dilakukan di dipo kereta/gerbong.

Sementara untuk petugas sarana lokomotif tugasnya melakukan perawatan serta perbaikan komponen lokomotif dan memastikan seluruhnya tetap berfungsi dengan baik. Semua bagian seperti angin, diesel, elektrik dan mekanik harus dicek dan diperbaiki secara berkala. Kegiatan perawatan dan perbaikan tersebut dilakukan di dipo lokomotif.

"Setelah kereta/gerbong dan lokomotif di cek satu per satu oleh petugas, proses selanjutnya yaitu pengecekan secara keseluruhan oleh kepala dipo kereta/gerbong atau kepala dipo lokomotif. Apabila hasil pengecekannya baik dan memenuhi standar perawatan maka kereta/gerbong/lokomotif tersebut dinyatakan siap operasi (SO)," jelasnya.

Lebih lanjut, setelah sarana siap operasi (SO), petugas sarana juga secara rutin melakukan pengecekan harian saat kereta/gerbong/lokomotif (daily check) akan dioperasikan di awal hari. Pengecekan tersebut dilakukan di emplasemen stasiun keberangkatan awal kereta api. Adapun yang dicek yaitu, peralatan pengereman, peralatan perangkai, peralatan keselamatan, serta kelistrikan kereta api.

"Setelah kereta/gerbong/lokomotif berjalan, di beberapa stasiun pemberhentian juga dilakukan schowing oleh petugas, yaitu pengecekan ulang oleh petugas sarana untuk memastikan sarana kereta api masih sesuai standar. Komponen yang dicek sama seperti awal mula kereta api berangkat (daily check) yaitu peralatan pengereman, peralatan perangkai, peralatan keselamatan, serta kelistrikan," ungkapnya.

"Jika setelah dilakukan schowing sarana kereta api masih baik untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun berikutnya maka perjalanan akan dilanjutkan. Namun apabila terdapat gangguan, petugas sarana dengan sigap dan cepat akan memperbaiki komponen yang rusak hingga berfungsi kembali dan siap melanjutkan perjalanan ke stasiun pemberhentian akhir," imbuhnya.

Menurut Didiek, pekerjaan yang kompleks dan menuntut ketelitian dari pegawai di bidang sarana membuat PT KAI harus melakukan seleksi ketat terhadap para calon pegawai yang berminat untuk bergelut di bidang sarana kereta api. Para calon pegawai harus mengikuti serangkaian seleksi ketat yang KAI adakan. KAI hanya akan memilih pelamar terbaik sebagai petugas sarana.

Setelah diterima, petugas sarana harus memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Pemeriksa Sarana Kereta Api dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan memiliki Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan KAI. Untuk petugas pemeriksa lokomotif, ia harus memiliki Sertifikat Pemeriksaan Lokomotif dari Balai Pelatihan Teknik Traksi KAI dan Smart Card (tanda kecakapan sebagai tenaga pemeriksa) dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Selain itu beberapa hal yang harus dimiliki petugas sarana untuk menunjang pekerjaan antara lain kesehatan fisik, mampu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan rekan kerja, mengetahui dan memahami tata cara dan prosedur pemeriksaan sarana kereta api, mengetahui dan memahami lembar pemeriksaan (check sheet) sarana kereta api, mampu melaksanakan pemeriksaan terhadap sistem dan komponen sarana kereta api, mampu melakukan perbaikan sesuai dengan persyaratan dan standar pemeriksaan sarana kereta api.

"KAI secara rutin melakukan sosialisasi kepada pegawai sarana minimal 12 kali dalam setahun serta melakukan pembinaan tentang standar operasional prosedur (SOP) bagi petugas sarana. Sosialisasi tersebut menekankan kepada para petugas sarana untuk disiplin, menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan baik dan benar, tertib dan teratur memakai alat kerja serta patuh pada protokol kesehatan terlebih saat kondisi pandemi COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "KAI Tegaskan Pentingnya Keselamatan di Perlintasan Sebidang "
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)