Mau Jadi Petugas Pemeriksa Jalur Kereta? Begini Pekerjannya

Nurcholis Maarif - detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2020 11:37 WIB
Petugas Pemerika Jalur rel kereta api
Foto: Dok. KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi salah satu BUMN yang informasi lowongan kerjanya banyak diburu job seeker. Buat para freshgraduate tentu tidak asing mendengar berbagai profesi yang berhubungan tentang kereta api, seperti masinis, kondektur, ataupun Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api).

Namun tahukah Anda, ada profesi lain yang juga memiliki peran penting di balik pelayanan KAI. Profesi penting yang menjadi salah satu garda terdepan di balik tersajinya pelayanan KAI adalah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ).

Profesi ini memegang peranan yang penting untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Sebab seorang PPJ bertugas memeriksa jalur KA untuk memastikan kondisi jalur yang akan dilewati kereta api.

PPJ melakukan tugasnya dengan berjalan kaki atau berkendaraan di atas rel dari stasiun atau titik yang sudah ditentukan ke stasiun atau titik lain di wilayah kerjanya. Ia memeriksa secara visual dengan membawa peralatan kerja dan bendera merah, kuning, dan lampu handsign sebagai pengaman perjalanan kereta api.

Seorang PPJ memeriksa secara detail kondisi jalur kereta yang dilaluinya, seperti mengencangkan baut-baut rel, mengecek apakah kondisi rel dalam keadaan baik sehingga aman untuk dilewati kereta api. Kedisiplinan dan ketelitian adalah kunci utama seorang PPJ dalam menjalankan tugasnya.

Tak peduli hujan badai atau panas terik, kadang mereka harus masuk ke terowongan yang gelap atau melintasi jembatan kereta api yang beratus meter tingginya dari tanah. Tugas mengecek jalur ini harus tetap dilakukan agar keselamatan perjalanan kereta api terjamin.

Untuk menjalankan tugas tersebut tentu bukan perkara mudah, dibutuhkan fisik yang baik bagi seorang PPJ. Sama seperti profesi lainnya di KAI, untuk menjadi PPJ Anda harus mengikuti serangkaian seleksi yang ketat dan bersaing dengan ribuan peserta lainnya pada proses calon penerimaan karyawan di KAI.

Setelah diterima, KAI akan menyertakan pada beberapa diklat sesuai profesi yang sebelumnya dipilih, termasuk menjadi PPJ. Selama masa percobaan menjadi karyawan (calon PPJ), mereka harus mengikuti pelatihan modul PPJ, diklat tenaga perawatan jalur kereta api tingkat pelaksana dan mengikuti sertifikasi calon pemeriksa jalur dari Direktorat Jendral Perkeretaapian.

Setelah dinyatakan layak dan telah menerima 'keterangan kompetensi petugas pemeriksa jalur' yang dikeluarkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan KAI, Anda resmi menjadi PPJ KAI dengan serangkaian tugas yang menuntut tanggung jawab, disiplin, dan ketelitian.

Detail pekerjaan menantang yang sehari-hari akan kamu lakukan sebagai seorang PPJ antara lain:

  • PPJ harus siap 30 menit sebelum pemeriksaan jalur.
  • PPJ memeriksa dan memastikan kelengkapan alat kerja keselamatan.
  • PPJ melapor pada Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) sebelum memulai pemeriksaan jalur dan PPKA menandatangani buku pas jalan.
  • PPJ mencocokan arlojinya dengan jam induk stasiun.
  • PPJ memeriksa dan mencoba kefungsian alat komunikasi dengan PPKA.
  • PPJ mengkonfirmasi jadwal kereta api pada petak jalan yang akan diperiksa kepada PPKA.

Selain mendukung keselamatan kereta api, PPJ juga dituntut menjaga keselamatan dirinya saat bekerja dengan patuh/disiplin pada standar operasional pekerjaan (SOP) yang ditetapkan seperti menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan menjaga keamanan diri saat bertugas.

Ketelitian juga sangat dibutuhkan karena PPJ harus memahami tata cara dan prosedur pemeriksaan jalur kereta api. Ia harus mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pemeriksaan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api serta menentukan pembatas kecepatan yang diperlukan. Terakhir, PPJ harus mengetahui peraturan dinas yang berkaitan dengan bidang tugasnya.

PPJ memiliki jam kerja sama dengan pekerja lainnya, yaitu 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja. Selama memeriksa jalur, PPJ diharuskan berjalan kaki termasuk memeriksa jembatan dan rel di terowongan.

Tidak tanggung-tanggung, seorang PPJ harus mampu berjalan sejauh 8-12 kilometer dalam kondisi apapun, baik hujan maupun keadaan gelap. Maka dari itu PPJ dituntut untuk berani dan berhati-hati dalam melakukan pekerjaan terlebih saat berdinas pada jalan rel dan jembatan yang licin di musim penghujan.

"KAI sendiri memberikan pembinaan kepada para PPJ secara berkala minimal 12 kali dalam setahun yang di dalamnya termasuk evaluasi kerja, uji kompetensi, dan motivasi kerja untuk menumbuhkan semangat kerja dan kecintaan terhadap pekerjaan. Selain itu, saat pandemi COVID-19, para PPJ juga diberikan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan tugas seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M)," demikian pernyataan resmi KAI yang diterima detikFinance, Sabtu (5/9/2020).

Ketika diterima di KAI sebagai seorang PPJ, tidak lantas selamanya akan menggeluti pekerjaan yang sama sampai batas usia pensiun.

Sebab profesi PPJ di KAI juga mempunyai jenjang karir. Seorang PPJ dapat menjadi kepala satuan kerja dan bila kinerja bagus dan dipandang cakap, akan mendapatkan promosi jabatan sebagai Kepala Urusan Jalan Rel. Bagaimana, tertarik menjadi PPJ?

(prf/prf)