ADVERTISEMENT

Waspada! Hati-hati Penipuan Berkedok Rekrutmen Pertamina Via Medsos

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 14:34 WIB
Gedung Pertamina
Foto: dok Pertamina
Jakarta -

Peringatan! Jangan mudah percaya info lowongan rekrutmen Pertamina yang beredar di media sosial (medsos). Cek dulu di situs resminya.

Area Manager Communication Relations & CSR Regional Papua Maluku-Maluku Utara Edi Mangung meminta masyarakat terutama pencari kerja untuk berhati-hati dengan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi terkait rekruitmen karyawan Pertamina.

"Kami meminta masyarakat, terutama bagi pencari kerja untuk selalu berhati-hati terkait adanya informasi melalui media sosial tentang rekrutmen karyawan Pertamina," kata Edi Mangun di Ternate, dikutip dari Antara Senin (1/8/2022)

Dia menyatakan, untuk saat ini, Pertamina belum melakukan rekrutmen terbuka bagi pencari kerja, sehingga masyarakat harus selalu berhati-hati jika ada informasi dan penipuan mengenai penerimaan kerja, dapat menghubungi Kantor Pertamina setempat.

Hal tersebut disampaikan Edi Mangun menyusul laporan terkait informasi di media sosial mengenai penerimaan karyawan Pertamina khususnya di wilayah Maluku Utara.

Edi juga mendapatkan informasi yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab terkait penerimaan karyawan Pertamina, tetapi ujung-ujungnya meminta calon karyawan untuk mengirimkan uang dengan berbagai modus.

Sementara itu, salah seorang warga Ternate, Muhammad Rizal ketika dihubungi membenarkan dirinya sempat mendapatkan informasi lowongan pekerjaan dari media sosial.

"Dari informasi itu, saya sempat mendaftar dan mereka mengonfirmasi saya dinyatakan lulus administrasi dan harus ke Jakarta dengan menyiapkan uang serta akomodasi," ujarnya.

Akan tetapi, dirinya mencoba menanyakan informasi kelulusan ke kerabatnya ternyata informasi kelulusannya sebagai karyawan Pertamina merupakan penipuan.

"Beruntung saya mengkonfirmasi ke kerabat dan pihak Pertamina, ternyata informasi kelulusannya melalui media sosial merupakan modus penipuan," katanya.

Lihat juga video 'Menlu: Penipuan Kerja di LN Meningkat, Ratusan WNI Jadi Korban':

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT