Pelemahan IHSG Bisa Berlanjut

Pelemahan IHSG Bisa Berlanjut

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2008 07:47 WIB
Pelemahan IHSG Bisa Berlanjut
Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa berlanjut. Namun kehadiran saham PT Trada Maritime Tbk di lantai bursa diharapkan bisa menjadi sentimen penyegar.

Sentimen negatif datang dari kemerosotan bursa-bursa global. Pada perdagangan Selasa (9/9/2008), indeks Dow Jones merosot hingga 279,11 poin (2,42%) ke level 11.231,63. Nasdaq merosot hingga 59,95 poin (2,64%) ke level 2.209,81. Standard & Poor's 500 merosot 43,15 poin (3,40%) ke level 1.224,64.

Kemerosotan Wall Street itu langsung diikuti oleh bursa-bursa regional. Pada peradgangan Rabu (10/9/2008), indeks Nikkei-225 di bursa Tokyo dibuka langsung turun hingga 151,51 poin (1,22%) ke level 12.249,14.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa regional lain diprediksi akan kembali melemah. Apalagi harga minyak mentah kembali turun tajam dan diprediksi akan menyeret penurunan harga-harga komoditas.

Kemarin minyak jenis Brent untuk pertama kalinya merosot hingga US$ 99,04 per barel, untuk pertama kalinya setelah April. Namun kontrak minyak Brent selanjutnya ditutup merosot 3,10 dolar ke level US$ 100,34 per barel.

Sementara kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober juga merosot hingga 3,08 dolar ke level US$ 103,26 per barel.

Pelemahan diperkirakan juga mengincar perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Saham-saham komoditas diprediksi akan kembali mengalami tekanan.

Pada perdagangan Selasa (9/9/2008) kemarin IHSG ditutup merosot hingga 79,246 poin (3,89%) ke level 1.958,652, yang merupakan rekor terendah sejak Agustus 2007.

Berikut rekomendasi saham hari ini:

eTrading Securities:


Bursa Indonesia kemarin kembali mencatatkan sejarah buruk setelah melemah hampir -4%
dan ditutup dibawah level psikologis 2.000. Indeks ditutup di level 1.958,7 yang
merupakan level terendah sejak 13 bulan terakhir.

Sentimen 'bubble burst' di pasar komoditi. Semua komoditas, baik itu soft commodity, energy related dan metals commodity mengalami koreksi yang cukup tajam akibat pelemahan harga minyak dunia dan asumsi bahwa demand untuk industrial commodity akan melemah seiring perlambatan ekonomi global.

Sector consumer dan banking menjadi sektor yang paling defensif pada perdagangan kemarin.

Sementara bursa US sendiri juga tidak akan membantu banyak dalam perdagangan hari ini, mengingat Dow semalam juga melemah hampir 200 point atau sekitar -2,43%. Pelemahan ini masih akibat sentimen krisis kredit finansial di US, dan korban berikutnya diperkirakan adalah Lehman Brothers Inc. yang merupakan bank investasi ke-4 terbesar di US.

Harga minyak dunia juga terus melemah ke level US$103,2 terkait melemahnya badai 'Ike' dan keputusan OPEC untuk tidak mengurangi produksi minyaknya.

Terkait hal ini, beberapa bursa Asia kembali dibuka melemah pada perdagangan hari
ini. Nikkei (-1,4%), KOSPI (-0.7%), STI (-1,2%) dan KLSE (-0.7%).

Hari ini kami perkirakan akan kembali menjadi hari yang berat bagi bursa Indonesia,
seiring tidak adanya sentimen positif yang masuk ke bursa. Pergerakan harga komoditas yang masih cenderung melemah, ditambah dengan krisis finansial di US dan sebagian Eropa masih akan membuat Indeks tertekan.

Secara teknikal, Indeks memiliki support kuat di kisaran 1.908, jika level ini tertembus, maka pergerakan indeks akan cenderung menuju level 1.700.

Optima Securities

Indeks melemah tajam  79 poin keposisi 1.958 yang merupakan level terendah selama 2007 masih dipicu saham pertambangan dan perkebunan yang turun lebih dari 6% karena profit taking dari investor asing dan berefek domino ke sektor lainnya.

Bursa regional yang melemah dan efek dari margin call semakin membawa sentimen negatif.   Indeks masih  dalam tren bearish di kisaran  1.900-2.000 dengan pilihan saham: PNBN, INDF, UNVR, ASII dan APEX.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads