BEI Tak Setuju Penton Akuisisi Bekasi Asri

BEI Tak Setuju Penton Akuisisi Bekasi Asri

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2008 12:33 WIB
BEI Tak Setuju Penton Akuisisi Bekasi Asri
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ketidaksetujuannya dalam rencana akuisisi 41% saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) oleh Penton International Ltd. Sebab, hingga saat ini bursa belum menerima kejelasan soal transaksi tersebut.

"Kami tidak bisa menyetujui perubahan pengendali BAPA. Lagipula BAPA baru masuk bursa selama 8 bulan, ditambah ketidakjelasan mengenai Penton, kami khawatir nanti masuk saham pengendali yang tidak jelas," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (10/9/2008).

Meski Eddy mengatakan pada dasarnya mekanisme pasar modal tidak melarang pelepasan saham bagi perusahaan yang baru IPO, namun kekhawatiran BEI adalah eksistensi Penton yang hingga kini masih belum jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Manajemen BAPA pun ternyata tidak terlalu familiar dengan Penton. Jangan-jangan mereka hanya terbuai dengan janji Penton saja," jelas Eddy.

Namun kepastian mengenai suspensi BAPA dan kelanjutan transaksi tersebut, BEI masih menunggu hasil pembicaraan internal.

"Pekan depan kelihatannya sudah ada keputusan," ujar Eddy.

Penton berencana mengakuisisi 41% saham BAPA. Namun BEI menilai rencana transaksi tersebut tidak jelas. Sebab saham Penton saat ini masih disuspensi oleh Singapore Stock Exchange (SGX) sejak tahun 2002.

BEI juga menilai ada keterkaitan antara Penton dengan BAPA. Sebab, Direktur Utama BAPA, Budi Kartika ternyata menguasai 3,43% saham di Penton.

Masalah lain yang menjadi pertimbangan BEI adalah masuknya PT Papua Timber Jaya yang secara tiba-tiba menguasai 18,46% saham BAPA. Pembelian tersebut dilakukan di pasar sekunder pada kisaran harga Rp 130-149 per saham.

Anehnya, masuknya Papua Timber mengambil seluruh saham publik BAPA yang dimiliki asing sebesar 13,85% dan sebagian saham publik lokal sebesar 4,61%.

Dua hal tersebut menjadi sorotan BEI. Pada hari terakhir sebelum disuspensi pada 13 Agustus 2008, BAPA ditutup di level Rp 145 per saham.

"Suspensi belum bisa kami buka. Masih ada beberapa pertanyaan yang akan kami tanyakan ke BAPA," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah. (dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads