Rupiah Hanyut ke 9.445/US$

Rupiah Hanyut ke 9.445/US$

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 17:36 WIB
Rupiah Hanyut ke 9.445/US$
Jakarta - Rupiah mengikuti hanyutnya pelemahan pasar saham dengan mengalami penurunan yang signifkan. Mata uang lokal ini tak kuasa menghadapi  fenomena dolar AS di pasar global saat ini dalam posisi yang menguat.

Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (15/9/2008) rupiah melemah 20 poin ke posisi 9.445 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke posisi 9.457 per dolar AS.

Rupiah terus mengalami pukulan hebat karena gonjang-ganjing pasar finansial global. Bangkrutnya Lehman Brothers di AS ikut menjadi pemicunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa-bursa utama dunia juga mengalami kemerosotan tajam, setelah Lehman Brothers yang merupakan bank investasi terbesar ke-4 di AS, mengumumkan rencananya untuk mendaftarkan kebangkrutan termasuk kabar Bank of America yang akan membeli Merrill Lynch.  

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan meski fenomena dolar AS di pasar global saat ini dalam posisi yang menguat, BI berkomitmen untuk tetap menjaga rupiah agar tidak terlalu berfluktuatif.

"Kita coba lihat bahwa ini masih global adjustment, fenomenanya masih strong dolar, ini memang tidak bisa kita lawan, tapi kita akan menjaga jangan sampai fluktuasinya terlalu besar, meskipun BI tidak akan menargetkan suatu level tertentu," kata deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono usai pertemuan otoritas moneter dan pelaku pasar dengan pemerintah di kantor Menkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (15/9/2008).

Hartadi mengatakan, dalam rangka menjaga kepercayaan pasar, BI akan terus melakukan kebijakan-kebijakan yang kredibel baik dari sisi BI Rate maupun dari kebijakan nilai tukar.

"Dari waktu ke waktu kita masuk ke pasar, apabila demand-nya terlalu tinggi kita masuk, kemudian juga kita tetap melakukan open market operation untuk day to day liquidity management. Dan juga kita menyiapkan langkah untuk menyelesaikan permasalahan likuditas yang ketat di pasar," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads