Investor Timur Tengah Ingin Gandeng Ciputra Property

Investor Timur Tengah Ingin Gandeng Ciputra Property

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 09:14 WIB
Investor Timur Tengah Ingin Gandeng Ciputra Property
Jakarta - Investor properti asal Timur Tengah sedang mengincar kerjasama dengan PT Ciputra Property Tbk (CTRP) untuk menggarap lahan komersial di Indonesia. Titik temu keduanya masih dalam pembahasan.

"Ada pemain properti besar dari Timur Tengah yang menyatakan minatnya untuk melakukan kerjasama dengan kami. Belum bisa kami ungkap namanya. Masih diskusi mendalam," ungkap Direktur CTRP, Artadinata Djangkar, disela-sela acara buka puasa di Apartemen Sommerset, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta, Rabu Malam (17/9/2008).

Artadinata mengatakan juga belum dapat memberikan informasi kapan kerjasama antara keduanya dapat mulai dilaksanakan. "Jika kecocokan ditemukan, secepatnya kami akan menggarap proyek bersama," ujar
Artadinata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, kebanyakan pemain properti asal Timur Tengah meminati penggarapan proyek-proyek properti komersial di Indonesia, seperti pembangunan mal, perkantoran dan sebagainya.

"Mereka lebih tertarik menggarap properti komersial. Kalau landed residential sepertinya mereka tidak begitu tertarik," ujar Artadinata.

Sebagai contoh, Limitless, perusahaan pengembang raksasa asal Dubai, telah berhasil masuk ke Indonesia dan melakukan kerjasama dengan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dalam penggarapan Rasuna Epicentrum.

Artadinata mengatakan pengembang asal Timur Tengah yang sedang penjajakan kerjasama dengan CTRP tidak masuk dalam proyek superblok terkini perseroan, Ciputra World Jakarta.

"Kelihatannya jika memang kerjasama terjadi, kami akan menggarap lahan baru di Jakarta," ujarnya.

Meski ia enggan memberitahukan skema kerjasama tersebut, baik lokasi yang sedang dibicarakan maupun pendanaannya, namun menurut catatan detikFinance, CTRP saat ini sedang menjajaki akuisisi dua lahan Central Business District (CBD) di Jl Gatot Subroto dan Jl Prof Dr Satrio.

"Belum bisa kita expose, namun saat ini kita sedang menjajaki kerjasama dengan 2 pemilik lahan di CBD Jakarta. Luas lahannya masing-masing 3 Ha dan 9 ribu meter persegi," ungkap Artadinata.

Ia mengatakan pembicaraan dengan pemilik lahan tersebut masih belum menemukan kecocokan harga, sehingga pengambilalihan lahan belum juga terlaksana. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads