Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (19/9/2008) diprediksi akan mengikuti penguatan di Wall Street. Terlebih bursa regional utama di Jepang pada Jumat pagi ini mencatat penguatan indeks Nikkei.
Investor tetap disarankan melakukan pembelian selektif karena volatilitas pasar yang masih tinggi. Walaupun kini sudah ada upaya dari pemerintah dan bank sentral AS, untuk menyelematkan perusahaan-perusahaan besar dan menginjeksi pasar namun kekhawatiran akan masih munculnya kejatuhan perusahaan besar di AS tetap menghantui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkeu AS Henry Paulson juga akan segera mengumumkan rencana untuk membentuk sebuah lembaga baru yang menyerupai 'Resolution Trust Corp' yang dibentuk untuk mengatasi simpan pinjam yang bermasalah pada tahun 1980-an.
Alhasil, dengan berita-berita positif itu, indeks Dow Jones pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (19/9/2009) akhirnya menguat 410,03 poin (3,86%) ke level 11.019,69. Nasdaq naik 100,25 poin (4,78%) ke level 2.199,10 dan Standard & Poor's naik 50,12 poin (4,33%) ke level 1.206,51.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (18/9/2008) IHSG naik 17,779 poin (1%) menjadi 1.787,673.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks akhirnya menguat 17 poin ke posisi 1.787 ditopang sektor pertambangan dan perkebunan yang sebelumnya terkoreksi dalam. Investor akan kembali ke minyak dan komoditas bila dolar AS melemah seiring ketakutan bangkrutnya beberapa lembaga keuangan di AS seperti Lehman Brothers, Washington Mutual dan AIG. Rencana buy back emiten dari BUMN ikut menjadi sentimen positif ke bursa. Indikator MACD & RSI mengsignalkan indeks reversal dan mencoba break di level 1.800. Penguatan lanjutam masih terbuka dengan kisaran 1.730-1.820 dengan pilihan saham: AALI, UNSP, PTBA, TINS, dan PGAS.
eTrading Securities
Indeks kemarin berhasil melanjutkan rallynya dan bergerak menguat selama 3 hari berturut-turut meski tidak ada sentimen positif, baik dari global maupun domestik. Indeks ditutup menguat 1% ke level 1787,6 meski mayoritas bursa regional ditutup terkoreksi kemarin. Trading value selama rally juga meningkat signifikan, rata-rata sekitar Rp 4,3 triliun yang memberi konfirmasi kuat akan reversal yang terjadi. Investor mulai percaya diri untuk mengakumulasi saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam selama 2 minggu terakhir.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam berhasil bangkit dari keterpurukan pada akhir sesi perdagangan, setelah pemerintah US berkomitmen untuk melakukan beberapa langkah guna menyelamatkan krisis finansial dan kembali merangsang likuiditas. Dow naik 3,86% kemarin, dan kembali ke atas level psikologis 11.000. Harga minyak sendiri pada penutupan kemarin ditutup menguat tipis ke kisaran level US$98/barrel. Sementara Mayoritas bursa Asia pada perdagangan hari ini turut dibuka menguat signifikan +3,5% seiring sentimen positif dari bursa US.
Bursa Indonesia kelihatannya akan mengakhiri pekan ini dengan kembali menguat seiring dengan positifnya sentimen dari regional dan global yang akan menambah kepercayaan diri investor untuk kembali mengakumulasi saham-saham berfundamental kuat. Dari pasar komoditas sendiri bergerak mixed dengan mayoritas metal commodities melemah Nickel -1,7%, Tin -2,2% dan emas -4,3%. Namun CPO kemarin ditutup menguat +7% yang berpeluang kembali mengangkat saham-saham CPO hari ini. Rentang pergerakan indeks akan mencoba menembus level 1800 dengan tahanan support kuat di 1740. (ir/ir)











































