IHSG dan Rupiah Melonjak Tajam

Sesi Siang

IHSG dan Rupiah Melonjak Tajam

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2008 11:52 WIB
IHSG dan Rupiah Melonjak Tajam
Jakarta - Kenaikan saham di Wall Street dan rebound-nya bursa saham regional menggiring saham-saham di Bursa Efek Indonesia ikut melonjak. Rupiah pun tak mau ketinggalan dengan eforia kenaikan ini.

Pada perdagangan sesi I, Jumat (19/9/2008) IHSG melonjak tajam 91,047 poin atau 5,09%) kembali ke level 1.800-an di posisi 1.878,720. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 11.30 WIB, naik 30 poin ke posisi 9.365 per dolar AS.   

IHSG mengikuti rebound saham di Wall Street serta bursa Asia siang ini seperti Hang Seng naik 6,07%, Seoul naik 4,8%, KOSPI naik 5,32%, Nikkei naik 3,42%, Shanghai naik 9,46% dan STI Singapura naik 4,19%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa global rebound setelah ada upaya dari pemerintah dan bank sentral AS, untuk menyelematkan perusahaan-perusahaan besar dan menginjeksi pasar. Meski masih ada kekhawatiran akan munculnya kejatuhan perusahaan besar di AS tetap menghantui.

Bank Sentral AS (Federal Reserve) mengumumkan injeksi dana hingga US$ 180 miliar untuk menyelamatkan likuiditas pasar. Dana itu merupakan bagian dari komitmen US$ 300 miliar yang akan digelontorkan oleh bank sentral di seluruh dunia untuk mengatasi krisis likuiditas.

Menkeu AS Henry Paulson juga akan segera mengumumkan rencana untuk membentuk sebuah lembaga baru yang menyerupai 'Resolution Trust Corp' yang dibentuk untuk mengatasi simpan pinjam yang bermasalah pada tahun 1980-an.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 58.504 kali, dengan volume 2,483 miliar unit saham, senilai Rp 3,079 triliun. Sebanyak 151 saham naik, 24 saham turun dan 38 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 250 menjadi Rp 3.475, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 120 menjadi Rp 1.580, Timah (TINS) naik Rp 200 menjadi Rp 1.720, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 2.300, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 450 menjadi Rp 3.425 dan Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 750 menjadi Rp 10.350.   

Sementara Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito saat dihubungi detikFinance, Jumat (19/9/2008) mengatakan, kepercayaanpara pelaku pasar di Indonesia telah kembali. Hal itu ditandai dengan melonjaknya posisi IHSG dua hari belakangan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan terus berupaya mempertahankannya.

"Pasar sudah membaik, IHSG naiknya sangat bagus. Kepercayaan diri pelaku pasar sudah kembali. Hal ini harus terus dijaga," ujar Eddy.

"Saya kira confident pasar telah kembali. Berbagai upaya AS dengan niatnya mengucurkan dana miliaran dolar untuk meningkatkan likuiditas pasar mendorong confident pelaku pasar disini," jelas Eddy.

Meski Eddy mengakui bahwa membaiknya kondisi pasar modal di Indonesia dan upaya-upaya yang dilakukan AS bukan jaminan pemulihan kondisi akan berlangsung cepat, namun ia optimistis dengan berbagai upaya yang akkan dilakukan BEI dan Bapepam, pasar modal di Indonesia akan kembali stabil.

"Upaya AS dan kembalinya konfidens pelaku pasar disini, bukan berarti kondisi sudah mencapai stabil. Investor tetap harus hati-hati dan mencermati setiap langkah investasinya. BEI dan Bapepam akan mengupayakan agar perbaikan-perbaikan dapat segera dilakukan," ujar Eddy. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads