Minyak Pangkas IHSG 24 Poin

Minyak Pangkas IHSG 24 Poin

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2008 16:12 WIB
Minyak Pangkas IHSG 24 Poin
Jakarta - Sentimen harga minyak yang kembali tembus US$ 120 per barel serta belum berakhirnya krisis finansial di AS membuat pelaku pasar cemas dan memilih keluar dari lantai bursa.

Saham-saham perbankan dan otomotif mengalami penurunan dalam, sementara tingginya harga minyak justru membuat sebagian saham-saham tambang bersorak.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (23/9/2008) IHSG turun 24,242 poin (1,28%) menjadi 1.873,100. Indeks LQ-45 turun 6,160 poin (1,58%) menjadi 382,923 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,070 poin (0,02%) menjadi 293,104.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham Asia ditutup bervariasi seperti Hang Seng turun 3,87%, Seoul naik 1,44%, KOSPI naik 1,28%, Shanghai turun 1,56%, STI Singapura turun 2,21% dan Taiwan naik 1,17%.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 60.715 kali, dengan volume 2,333 miliar unit saham, senilai Rp 3,460 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 117 saham turun dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.775, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 6.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 800 menjadi Rp 17.400, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 5.550 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.150.

Sedangkan saham-saham tambang mengalami kenaikan harga antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 400 menjadi Rp 3.425, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 40 menjadi Rp 1.550, Timah (TINS) naik Rp 50 menjadi Rp 1.710, dan Indika Energy (INDY) naik Rp 100 menjadi Rp 2.250.

Berikut ulasan eTrading Securities:

Setelah sempat lima hari menguat, indeks akhirnya terkoreksi menuju ke level 1.873,100 (-1,27%) dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp3,4 trilliun. Turunnya IHSG ini disebabkan aksi profit taking yang dilakukan para investor.

Hal ini dapat dilihat dari pergerakan indeks hari ini di mana pada pembukaan indeks melesat tinggi, namun tak lama setelah itu, indeks cenderung bergerak melemah.

Sektor agri dan pertambangan merupakan dua sektor yang ditutup menguat hari ini. Pihak asing mencatat nilai transaksi sebesar Rp1,6 trilliun (47,26% dari transaksi hari ini).

Sementara harga minyak (+$6) ke $108,37 pada penutupan kemarin. Naiknya harga minyak ini disebabkan adanya spekulasi bantuan dari Fed sebesar $700 milliar yang akan meningkatkan permintaan, namun mengakibatkan dolar terdepresiasi kemarin $1,4866, terendah sejak 22 Agustus, karena bantuan sebesar ini akan meningkatkan inflasi).

Selain itu, berakhirnya kontrak bulan Oktober menyebabkan para investor harus membeli kontrak tersebut untuk melunasi utangnya.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads