Rencana Bailout Masih 'Panas', Wall Street Kian Gamang

Rencana Bailout Masih 'Panas', Wall Street Kian Gamang

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 07:06 WIB
Rencana Bailout Masih Panas, Wall Street Kian Gamang
New York - Rencana penyelamatan krisis finansial AS senilai US$ 700 miliar belum mendapat persetujuan dari kongres AS. Investor pun semakin dilanda kegamangan, dengan saham-saham bergerak melemah.

Pada perdagangan Rabu (24/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 29 poin (0,27%) ke level 10.825,17. Nasdaq naik tipis 2,35 poin (0,11%) ke level 2.155,68 dan Standard & Poor's 500 turun 2,35 poin (0,20%) ke level 1.185,87.

Indeks Dow Jones terus bergerak maju mundur dalam kisaran yang sempit. Investor sepertinya sangat ragu-ragu untuk memilih langkah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan pasar yang bergerak antara teritori positif dan negatif, hasilnya adalah melemah di sesi akhir. Faktanya, aksi beli pada menit-menit akhir membantu mengurangi penurunan yang tajam hari ini," kata Mark Fightmaster, analis dari Schaeffer's Investment Research.

Investor masih fokus pada respons hari kedua dari anggota kongres yang mendapatkan penjelasan dari pemerintah AS tentang rencana penyelamatan massal krisis keuangan AS itu. Keterangan diberikan oleh Menteri Keuangan Henry Paulson dan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke.

Kedua pejabat penting yang kini sedang duduk di 'kursi panas' itu berusaha meyakinkan anggota kongres bahwa persetujuan atas rencana bailout besar-besaran itu sangat diperlukan untuk menyelamatkan AS dari jurang depresi.

"Sejauh ini pasar sudah seharusnya tidak terkesan dengan dengar pendapat itu.Β  Ini tidak seperti memberlakukan Menkeu dan Gubernur Fed sedang menjual rencana ataupun para pemimpin kongres sedang bernegosiasi untuk menggolkan rencana itu," kata Patrick O'Hare, analis dari briefing.com.

"Pengertian yang bisa dilakukan sekarang dengan respek pada rencana itu adalah adanya ketidakpastian, dan ketidakpastian itulah yang ada di balik keinginan untuk terus menjual," tambahnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/9/2008).

Investor juga kembali mendapatkan kabar buruk dari sektor real estate AS, yang kembali terpuruk di level terendahnya dalam satu dekade. Sektor inilah yang menjadi jantung dari krisis finansial AS saat ini.

National Association of Realtors melaporkan, penjuala rumah yang sudah dibangun turun 2,2% selama Agustus, setelah dua bulan sebelumnya mengalami kenaikan.

Sementara rencana Warren Buffet membeli saham Goldman Sachs senilai US$ 5 miliar, sedikit membawa kelegaan di pasar. Saham Goldman akhirnya bisa naik 6,36% menjadi 133 dolar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads