PGN Jajaki Pinjaman US$ 560 Juta

PGN Jajaki Pinjaman US$ 560 Juta

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 09:38 WIB
PGN Jajaki Pinjaman US$ 560 Juta
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjajaki pinjaman sebesar US$ 420-560 juta untuk pembangunan terminal penerima LNG di Cilegon, Banten. Total nilai investasi proyek tersebut ditaksir mencapai US$ 600-800 juta.

"Komposisi pendanaannya 30% ekuitas bersama, sisanya 70% pinjaman bank. Saat ini sudah ada beberapa bank asing yang berminat. Namun tidak tertutup kemungkinan juga dengan bank lokal," ungkap Direktur Utama PGAS, Hendi P Santoso di Jakarta, Rabu Malam (25/9/2008).

Berdasarkan komposisi tersebut, jumlah kebutuhan pendanaan eksternal proyek tersebut berkisar antara US$ 420-560 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kira-kira segitu," ujar Direktur Keuangan PGAS, Riza Pahlevi Tabrani.

Untuk pendanaan tersebut, PGAS memastikan hanya akan menggunakan opsi pinjaman bank. Perseroan tidak akan mengambil opsi penerbitan obligasi.

"Penerbitan obligasi dalam kondisi seperti ini sepertinya tidak memungkinkan. Pinjaman bank lebih rasional," jelas Riza.

Untuk porsi kas internal, Riza belum dapat memberikan angka pastinya. Sebab komposisi pemegang saham dalam proyek tersebut masih belum ditentukan.

"Kami masih membicarakan porsi saham masing-masing dalam proyek ini. Jadi belum ditentukan berapa yang akan kami keluarkan dari kas internal. Per Juni kemarin, posisi kas internal kami sekitar US$ 150 juta," ujar Riza.

Proyek terminal penerima LNG tersebut rencananya akan digarap bersama oleh Pertamina dan PLN. Saat ini ketiga perusahaan tersebut masih membicarakan pembentukan konsorsium proyek ini.

"Kami mengharapkan tahun ini pembentukan konsorsium bisa masuk ke MoU (penandatanganan kerjasama). Penggarapan dijadwalkan sementara mulai 2010, rampung antara 2012-2013," ujar Riza.

Kapasitas terminal penerima LNG tersebut sebesar 3 juta ton per tahun (mtpa). Saat ini perseroan sedang membicarakan kerjasama dengan Total untuk pasokan gas dari Bontang, Kalimantan sebanyak 1,5 mtpa.

"Jadi salah satu pasokan gasnya direncanakan dari Bontang milik Total. Saat ini sedang dibicarakan. Kemungkinan sekitar 1,5 mtpa. Nilainya belum," jelas Riza.

Perseroan juga sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan angkutan laut untuk membawa gas yang telah dicairkan (LNG) ke terminal penerima LNG yang akan dbangun di Cilegon, Banten.

"Untuk pengangkut LNG dari Bontang dan wilayah-wilayah lainnya nanti, kami akan menggunakan jasa angkut laut outsourcing. Masih kami cari," ungkap Riza.

Buy Back

PGN menyatakan akan mengkaji kemungkinan melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Namun opsi tersebut masih menunggu pembicaraan internal lebih lanjut.

"Kami membuka kemungkinan untuk melakukan buyback. Namun masih menunggu pembicaraan lebih lanjut di internal," ujar Riza.

Menurut Riza, perseroan masih akan melihat lebih lanjut perkembangan dan pergerakan harga saham PGAS selama beberapa pekan ke depan.

"Baru setelah itu dapat diputuskan apakah opsi buy back akan kami ambil atau tidak," jelas Riza.

Apalagi, Riza menambahkan, untuk melakukan buyback dibutuhkan waktu yang tidak sedikit seperti mengadakan RUPSLB, penunjukkan penjamin emisi dan sebagainya.

"Kalau ternyata ketika RUPS sudah kami jadwalkan , kemudian penjamin emisi sudah ditunjuk namun harga saham kami tidak melemah, kemungkinan opsi buyback tidak akan diambil," jelas Riza.

Setelah pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 efektif pada 4 Agustus lalu, harga saham PGAS ditutup di level 2.125. Selama 1 bulan setelah stock split pergerakan saham PGAS cenderung naik. Pada tanggal 1 September 2008, harga saham PGAS ditutup di level 2.600, naik 22,35% dari penutupan 4 Agustus 2008.

Namun tren penurunan IHSG selama September 2008, ikut menggerus harga saham PGAS. Pada 15 September 2008, harga saham PGAS ditutup di level terendah selama bulan ini di level 1.900, anjlok 26,92% dibanding penutupan 1 September lalu.

Ketika itu, opsi buyback menjadi salah satu pilihan untuk memperbaiki harga saham perseroan. Rupanya rebound IHSG pekan lalu ikut membawa saham PGAS kembali naik. Pada penutupan pekan lalu, 19 September 2008, PGAS berada di level 2.350, naik 23,68% dalam 4 hari sejak 15 September. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads