Belum disetujuinya program penyelamatan ekonomi AS senilai US$ 700 miliar, membuat pelaku pasar ragu-ragu mengoleksi portofolio dalam mata uang lokal seperti di saham.
Antisipasi libur panjang lebaran juga membuat pelaku pasar mengurangi investasinya di saham, dan lebih memilih memegang dolar AS untuk berjaga-jaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun tajam 95 poin ke posisi 9.380 per dolar AS.
Bursa Asia pada sesi siang ini kebanyakan melemah seperti Seoul turun 0,31%, KOSPI turun 0,34%, Nikkei turun 1,35%, STI Singapura turun 0,96%. Sedangkan bursa saham China menguat seperti Hang Seng naik 0,59% dan Shanghai naik 3,94%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 32.111 kali, dengan volume 1,774 miliar unit saham, senilai Rp 1,298 triliun. Sebanyak 48 saham naik, 106 saham turun dan 40 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 150 menjadi Rp 3.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.625, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 menjadi Rp 10.300, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 20 menjadi Rp 1.530 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 150 menjadi Rp 17.450. (ir/qom)











































