AALI Menurun Tapi Sesuai Target

Rekomendasi Danareksa

AALI Menurun Tapi Sesuai Target

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 11:25 WIB
AALI Menurun Tapi Sesuai Target
Jakarta - Harga sawit mentah (CPO) diprediksi tetap stabil sampai akhir tahun di level US$ 1.000/ton. Kinerja volume penjualan PT Astra Agro Lestari Tbk hingga Agustus di bawah prediksi tapi tetap sesuai target di akhir tahun.

Berikut riset PT Danareksa Sekuritas yang diterima detikFinance, Jumat (26/9/2008).

Fundamental


Produksi dan penjualan hingga Agustus 2008 (8M08) dengan prediksi FFB yang dipanen mencapai 2,7 juta ton pada 8M08 dan produksi CPO mencapai 664.800 ton. Angka ini sesuai dengan pola musiman. Volume penjualan 8M08 yang di bawah prediksi sebesar 637.500 ton diimbangi dengan kenaikan ASP (harga rata-rata penjualan) CPO yang sebesar Rp8.200/kg. Akibatnya, AALI meraih Rp 5,2 triliun dari penjualan CPO pada 8M08, atau sesuai dengan ekspektasi analis kami untuk FY 2008 yang sebesar Rp 8,2 triliun.

Pupuk, sang perusak kesenangan


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Industri ini menghadapi kenaikan biaya pupuk yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak bumi dan terbatasnya kapasitas produksi industri pupuk. Kami memprediksikan harga pupuk akan tetap tinggi sampai 2009, setelah itu harga akan menurun di saat harga minyak bumi mulai melemah dan kapasitas produksi akan kembali meningkat. AALI telah mencadangkan pupuknya pada triwulan II-2008 (2Q08) pada saat harga minyak bumi tinggi, dengan rata-rata seharga US$ 123.8/bbl. Karenanya, kami menaikkan biaya-pupuk/ha sebesar 15%-41% menjadi Rp 4.3mn/Ha-Rp6.5mn/Ha

Harga CPO


Tidak berubah untuk tahun 2008, diturunkan untuk 2009 sebesar14%, menaikkan prediksi LT sebesar 8%. Analis kami tidak mengubah estimasi harga CPO untuk 2008 yang sebesar US$ 1.000/ton karena diprediksikan produksi permintaan akibat perayaan hari besar, dan juga pasar komoditas kacang kedelai yang menurun.

Kami menurunkan asumsi harga rata-rata CPO tahun 2009 sebesar 14% menjadi US$ 950/ton karena persediaan CPO yang masih banyak dan penggunaan biofuel yang menurun. Dalam jangka panjang, kami menaikkan estimasi harga LT sebanyak 8% menjadi US$ 700/ton, yang didukung oleh perhitungan IRR kami untuk diskon (hurdle rate) 17%. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads