Akuisisi BII Tertunda, BNM Kini Pakai Alasan Krisis Finansial

Akuisisi BII Tertunda, BNM Kini Pakai Alasan Krisis Finansial

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 16:39 WIB
Akuisisi BII Tertunda, BNM Kini Pakai Alasan Krisis Finansial
Jakarta - Bank Negara Malaysia (BNM) atau Bank Sentral Malaysia sebelumnya mencabut izin akuisisi BII oleh Malayan Banking Berhard (Maybank) dengan alasan adanya aturan tender offer Bapepam yang akan merugikan bank terbesar Malaysia tersebut.

Belakangan, BNM memberikan izin akuisisi lagi kepada Maybank setelah Bapepam menegaskan aturan tersebut sifatnya fleksibel dan tidak berlaku jika pasar dalam kondisi yang buruk.

Namun pada Jumat (26/9/2008), saat tenggat waktu kesepakatan habis, BNM kembali meminta agar Maybank melakukan renegosiasi harga dengan konsorsium Fullerton Financial Holdings Pte, Ltd yang merupakan milik Temasek dan Kookmin Bank. Dalam kesepakatan semula, 100% saham BII dihargai US$ 2,7 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNM kali ini kembali 'mengganjal' transaksi akuisisi dengan alasan adanya krisis finansial yang menyebabkan berbagai asumsi dalam kesepakatan awal menjadi tidak pas lagi.

Maybank dalam suratnya kepada BII seperti dilaporkan kepada BEI menjelaskan, BNM telah mengirimkan surat tertanggal 25 September untuk meminta renegosiasi harga. Dalam surat itu, BNM menginformasikan bahwa akibat gejolak finansial akhir-akhir ini di pasar finansial dunia dan dampaknya ke pasar finansial regional memaksa BNM untuk mengkaji ulang rencana akuisisi yang telah diajukan sebelumnya.

Berbagai perkembangan tersebut telah memberikan dampak pada asumsi awal yang menjadi basis para proyeksi finansial akuisisi oleh Maybank, yang sekaligus menjadi basis bagi persetujuan yang diberikan oleh BNM.

Penilaian itu mengindikasikan bahwa meskipun ada fleksibilitas yang diberikan Bapepam untuk tender offer, namun meningkatnya risiko premium di pasar finansial dan biaya yang lebih tinggi untuk pendanaan global di Malaysia dan Indonesia akan tetap memberikan dampak yang substansial pada investasi Maybank di BII.

"Hal ini akan mempengaruhi kondisi finansial Maybank dan secara keseluruhan pada stabilitas sistem finansial Malaysia," demikian surat dari BNM yang disampaikan oleh Maybank.
(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads