Bursa Asia Ikut Berjatuhan

Bursa Asia Ikut Berjatuhan

- detikFinance
Jumat, 03 Okt 2008 14:41 WIB
Bursa Asia Ikut Berjatuhan
Tokyo - Mengikuti pelemahan Wall Street, bursa-bursa saham di Asia pada perdagangan Jumat (3/10/2008) ikut berjatuhan. Investor masih merasa gamang menyikapi bailout US$ 700 miliar yang sudah disetujui Senat AS.

Meski Senat sudah memberikan persetujuan, namun investor masih khawatir DPR (House of Representative) AS akan menolak rencana tersebut, seperti sebelumnya. Kalaupun disetujui, investor merasa tidak yakin perekonomian bisa pulih dengan cepat.

Saham-saham pada perdagangan di bursa Asia pada akhir pekan ini masih diliputi oleh kekhawatiran tentang kondisi di AS. Bursa Tokyo ditutup turun 2%, Hong Kong turun 2,1%, Sydney turun 1,4% dan Singapura melemah 2,3%. Hanya Taipei yang naik tipis 0,7%. Bursa Seoul, Shanghai, Indonesia masih libur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa-bursa Eropa, dibuka cukup variatif. Indeks FTSE 100 melemah 0,07%, DAX Frankfurt naik 0,38% dan CAC 40 Paris naik 0,34%.

Sementara kemarin, indeks Dow Jones merosot hingga 348,22 poin (3,22%) ke level 10.482,85. Nasdaq juga merosot hingga 92,68 poin (4,48%) ke level 1.976,72, yang merupakan level terendah dalam 3,5 tahun. Sementara Standard & Poor's 500 juga tumbang 46,78 poin (4,03%) ke level 1.114,28.

"Meskipun faktanya RUU itu berhasil melewati Senat, namun untuk bisa lewat di DPR tidak dijamin," ujar John Wilson, analis dari Morgan Keegan seperti dikutip dari AFP.

"Saya memperkirakan pasar finansial akan mengambil nafas sejenak ketika RUU itu disetujui, namun saya tidak memperkirakan awan akan menghilang dan para malaikat muncul di surga," imbuhnya.

Pasar juga bereaksi negatif atas buruknya data-data dari perekonomian AS. "Meskipun DPR menyetujui RUU itu, namun kami tidak memperkirakan pasar akan pulih karena masih melemahnya perekonomian," kata Kazuhiro Takahashim analis dari Daiwa Securities SMBC.

Minyak Turun Lagi


Sementara harga minyak mentah di pasar Asia juga kembali turun, setelah pada perdagangan kemarin merosot hingga 4% ditengah kekhawatiran turunnya tingkat permintaan sehubungan melemahnya perekonomian.

Kontrak utama minyak jenis light pengiriman November turun 85 sen menjadi US$ 93,12 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 69 sen menjadi US$ 89,87 per barel.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads