Bapepam Tegas Tertibkan Pasar Modal

Bapepam Tegas Tertibkan Pasar Modal

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 16:50 WIB
Bapepam Tegas Tertibkan Pasar Modal
Jakarta - Mengantisipasi dalamnya dampak krisis finansial Amerika, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) akan menertibkan pasar modal lebih tegas.

"Kalau kita secara mikro, akan menertibkan market lebih tegas lagi. Saya sudah minta kepada SRO, untuk menangkap dan memberikan sanksi kepada mereka yang melakukan short selling yang dilarang. Naked short selling itu, kan dilarang. Dan sekarang kita minta ke bursa untuk lakukan monitoring, pemeriksaan, audit," kata Fuad di gedung depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/10/2008).
Β 
Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah mengeluarkan larangan melakukan transaksi short selling selama bulan Oktober 2008.

"Teknisnya tanya BEI, saya hanya minta short selling diberi sanksi. Mungkin lebih tepat ditertibkan. Artinya gini, mereka itu kan nggak boleh tapi ada juga yang melakukan ya tangkap saja," katanya.
Β 
Sebenarnya lanjut Fuad, yang tidak boleh itu adalah naked short sell. "Banyak yang melakukan naked short sell, itu yang harus kita tertibkan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya nggak boleh, peraturannya memang nggak boleh. Tapi mereka lakukan dan kadang-kadang sulit ditangkap, makanya saya minta Pak Erry dan teman-teman SRO untuk lebih meningkatkan kapasitas mereka untuk melakukan penertiban. Nggak ada aturan baru, kita lebih dulu dari AS kok kita udah melarang dari dulu," tambah Fuad.

Diakui Fuad masalah short selling itu bukan sanksinya yang lebih berat tapi masalah kemampuan untuk menangkap pelakunya. "Jadi itu yang saya minta untuk ditingkatkan. Kemampuan dari bursa untuk menangkap itu, dan mereka pasti akan lakukan itu," ujar Fuad.
Β 
Fuad menjelaskan selama dua bulan ini sudah banyak dana yang keluar dari pasar modal yang membuat indeks saham turun.

"Tapi sekarang kan sudah hampir habis. Artinya hedge fund itu sudah keluar dari market kita. Sekarang istilahnya tidak banyak yang keluar lagi, jadi tinggal dikit yang keluar. Karena yang tinggal sekarang ini real investor. Kalau sekarang ini yang short term sudah keluar. Jadi indeks yang sekarang ini sebetulnya sudah menggambarkan situasi yang lebih stabil. Jadi sekarang sangat bergantung pada tingkat kepanikan dari investor domestik itu, itu yang kita himbau kepada domestik investor supaya nggak ikut-ikutan panik. Soalnya pasar kita itu kan ditentukan oleh domestik investor kita, kalau nggak panik ya selamat kita," papar Fuad. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads