BI Siaga di Pasar, Rupiah Terjaga di 9.595/US$

BI Siaga di Pasar, Rupiah Terjaga di 9.595/US$

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 16:52 WIB
BI Siaga di Pasar, Rupiah Terjaga di 9.595/US$
Jakarta - Bank Indonesia (BI) terus menjaga rupiah dari pelemahan yang dalam. Mata uang lokal ini relatif terjaga di level 9.500-an per dolar di tengah kisruhnya pasar saham dari negeri.

Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Rabu (8/10/2008) rupiah turun 35 poin ke posisi 9.595 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 9.690 per dolar AS, namun karena bank sentral selalu siaga di pasar pelemahan rupiah yang lebih dalam bisa tertahan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom mengatakan nilai tukar rupiah merupakan hal yang penting untuk dipantau dan diwaspadai, karena ini juga akan berpengaruh terhadap inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh sebab itu BI secara terukur tetap berada di pasar apabila dibutuhkan dan akan kami sesuaikan dengan pergerakan-pergerakan di dunia," kata Miranda dalam jumpa pers di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Miranda menjelaskan, nilai tukar rupiah secara year to date dan rata-rata baru terdepresiasi 2%, sementara mata uang lain rata-rata terdepresiasi hingga 4%.

"Jadi kalau ada pelemahan rupiah di tengah global uncertainty seperti saat ini adalah lumrah selama dia teratur dan tidak menimbulkan ketidakpastian baru. Jadi kita hindari volatilitas dan gejolak yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian baru," jelas Miranda.

Sementara Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan sejak Senin (6/10/2008) sampai Rabu (8/10/2008) BI mendengar dan melihat betapa turbulensi sektor keuangan terus bergulir secara deras.

"Dan BI perlu berada di pasar. Kita ada di pasar dan memonitor nilai tukar. Dan kita lihat Senin sampai Rabu, rupiah ditutup pada kisaran stabil sekitar 9.585-9.590 per dolar AS," ujar Budi. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads