Buy Back BUMN Tak Adil

Buy Back BUMN Tak Adil

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2008 22:13 WIB
Buy Back BUMN Tak Adil
Jakarta - Rencana pemerintah untuk melakukan buy back saham BUMN di pasar modal dinilai sebagai langkah yang tidak adil. Selain merugikan BUMN, alangkah baiknya jika dana buy back untuk membiayai proyek pembangunan.

"BuΓ½ back oleh BUMN itu justru rugikan BUMN karena mereka terpukul dari banyak tempat, asetnya anjlok karena harga saham turun," ujar anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Kamis (9/10/2008).

Di samping itu biaya-biaya yang dikeluarkan naik karena tingginya inflasi dan suku bunga, dan likuiditasnya tersedot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika sentimen global memang memburuk, buy back tidak bisa mencegah kejatuhan harga," ujarnya.

Pemerintah bahkan mengalihkan dana infrastruktur Rp 4 triliun dari APBN untuk mem-buy back saham BUMN. Sesuai instruksi presiden SBY dalam rapat kabinet pada Rabu malam, BUMN-BUMN diminta untuk melakukan buy back sebanyak-banyaknya terkait gejolak di pasar finansial saat ini.

"Buy back
ini juga tidak adil dana APBN dan BUMN yang sedikit itu lebih bermanfaat kalau disalurkan ke proyek masyarakat," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads