Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Miranda S. Goeltom di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Minggu (12/10/2008) malam.
"Itu Menkeu yang punya hak, tapi kalaupun besok (pasar saham) dibuka kembali, kita sudah mempersiapkan semua. Karena kalau pasar baru dibuka dan ada pergerakan, itu sudah kita persiapkan," urai Miranda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"What is relevant today may not the relevant tomorrow. Jadi mendingan saya nggak usah ngomong terlalu banyak. Anda bisa juga lihat, barusan Australia mengumumkan meng-cover semua guarantee deposit, dsb. Itu semua kan respons-respons yang terus dinamis sekali dan bergerak secara cepat," urainya.
Layaknya tugas BI selama ini, BI juga akan terus menjaga pergerakan rupiah. BI akan terus berada di pasar untuk menjaga agar jangan sampai pelemahan rupiah mempengaruhi perekonomian terlalu banyak.
"Kami ingin pasar tenang, karena BI tetap akan terus menjaga agar rupiah yang kalaupun melemah, melemahnya tetap mencerminkan bahwa itu adalah pengaruh global," jelas Miranda.
"Karena kalau ada kebutuhan likuiditas global yang banyak membutuhkan dana, sehingga mereka yang memiliki dana disini akan pergi keluar, suatu outflow yang kami perhatikan bahwa itu betul-betul sesuai kebutuhan. Sementara kalau yang belum butuh-butuh banget, kita nggak ingin terlalu banyak keluar," imbuhnya.
Sementara Gubernur BI Boediono mengungkapkan, setiap negara kini sedang mengalami kekeringan likuiditas, termasuk Amerika. Dan Indonesia tidak bisa menghindar dari kondisi yang mengglobal tersebut.
"Oleh karena itu, kita akan me-manage situasi, nantinya akan ada beberapa langkah," ujarnya.
Miranda juga mengungkapkan, BI akan mengeluarkan sejumlah kebijakan baru pada Senin besok. Kebijakan baru itu antara lain untuk peraturan-peraturan perbankan dan juga peraturan di pasar uang. Namun Miranda enggak mengungkapkan berbagai kebijakan baru itu.
(qom/qom)











































