Peristiwa ini terjadi di Rusia. Seorang pialang jahanam membuat bank investasi, Renaissance Capital harus merugi hingga US$ 50 juta atau sekitar Rp 490 miliar karena sebuah transaksi yang berisiko berubah menjadi sebuah kesalahan dalam krisis finansial yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Angka kerugiannya memang berbeda. Sumber dari manajemen bank tersebut mengungkapkan, kerugian akibat perilaku pialang jahanam itu mencapai US$ 50 juta, namun menurut chief executive Renaissance Capital Ruben Aganbegyan hanya sekitar US$ 10 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut harian bisnis Rusia, Vedomosti, seperti dilansir dari AFP, Senin (13/10/2008), pialang jahanam yang tidak disebutkan namanya itu kini telah menghilang.
Taipan logam Rusia, Mikhail Prokhorovse pada bulan September telah membeli 50% saham di Renaissance Capital, yang juga menjadi korban dari krisis finansial. Bank investasi Rusia itu selanjutnya mengumumkan rencana ekspansi massalnya.
Rusia sendiri termasuk salah satu bursa saham yang terkena dampak paling parah dari gejolak di pasar saham. Pekan lalu, bursa Rusia beberapa kali disuspensi karena kemerosotan yang tajam. Dan pada hari ini, bursa Rusia belum juga stabil meski sejumlah bursa di Eropa sudah mulai rebound.
(qom/ir)











































