Purbaya Saja Bilang Dolar AS Rp 17.800 Tak Masuk Akal

Purbaya Saja Bilang Dolar AS Rp 17.800 Tak Masuk Akal

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2026 05:45 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa heran dan stres nilai rupiah melemah cukup dalam. Ia menilai nilai tukar dolar AS yang menyentuh Rp 17.800 tak masuk akal.

Sebab, menurut Purbaya, pelemahan ini terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.

"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan menguji kembali ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akibat tren pelemahan nilai tukar, Purbaya menyatakan tidak. Sebab, pihaknya telah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk jika harga minyak dunia menyentuh US$ 100 dolar dan pergerakan kurs. Justru Purbaya berkelakar bahwa dirinya yang stres.

"Ya, saya stres. Nggak (ada stres test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," terang Purbaya.

ADVERTISEMENT

Kendati rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

"Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali," terang Purbaya.

Menurut Purbaya, selama pasar obligasi Indonesia terkendali, aliran modal asing masuk. Ke depan, lanjut Purbaya, akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

"Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan," jelasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menyentuh level Rp 17.800/US$. Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), dolar AS menguat 0,29% (52 poin) atau berada di level Rp 17.795.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads