Gelar Buy Back, Saham Adaro Disuspensi

Gelar Buy Back, Saham Adaro Disuspensi

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 09:13 WIB
Gelar Buy Back, Saham Adaro Disuspensi
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui permintaan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) lantaran sedang melakukan pembelian kembali saham (buy back) dalam jumlah besar sekitar US$ 250 juta. Beberapa institusi asing yang memegang saham perseroan berencana menjualnya.

"Penghentian sementara ADRO di seluruh pasar akan dilakukan sejak Sesi I perdagangan 14 Oktober 2008 hingga pengumuman lebih lanjut," ujar Kadiv Perdagangan Saham BEI, Supandi dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/10/2008).

Permintaan suspensi datang dari manajemen ADRO sehubungan dengan buy back saham tersebut. Tadinya ADRO meminta suspensi dilakukan sejak perdagangan 10 Oktober 2008. Namun karena seluruh perdagangan bursa saat itu sedang dalam suspensi, BEI baru dapat memenuhi permintaan suspensi pada perdagangan Selasa ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permohonan ini kami sampaikan terkait adanya transaksi yang bersifat material. Kami khawatir akan timbul penyalahgunaan informasi yang dapat mengakibatkan perdagangan saham kami tidak rasional. Oleh karena itu kami meminta suspensi," jelas Deputi Corporate Sectretary ADRO, Devindra Ratzarwin saat dihubungi detikFinance, Selasa (14/10/2008).

Devindra menjelaskan bahwa rencana buy back dilakukan perseroan karena beberapa institusi asing yang memegang saham perseroan berencana melepaskan kepemilikannya di ADRO.

"Ada beberapa pemegang saham asing yang ingin melepas sahamnya. Jumlahnya masih dalam negosiasi. Belum dapat kami disclose. Untuk mencegah penurunan harga saham akibat rencana pelepasan saham-saham mereka, kami memutuskan melakukan buy back," jelas Devindra.

Ia menjelaskan saat ini belum terdapat finalisasi nilai yang pasti atas rencana transaksi tersebut. Oleh karena itu batas waktu suspensi yang diminta perseroan ke BEI juga belum dapat dipastikan lamanya.

"Masih negosiasi, mungkin nilainya hingga US$ 250 juta. Pendanaannya juga belum ditentukan. Bisa menggunakan pendanaan eksternal juga. Kalau suspensi sampai kapan, belum tahu. Namun kami minta pada BEI agar suspensi dilakukan hingga negosiasi dan transaksi selesai, supaya tidak terjadi penyalahgunaan informasi," ujar Devindra.

Dalam keterbukaan informasi BEI, kepemilikan asing ADRO yang lebih dari 5% adalah Atticus Investments Pte Ltd (5,74%) dan GS NY SEG AC-Lockep Account (9,94%). (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads