"Untuk pembelian saham kembali, kami telah mencadangkan dana sebesar maksimal US$ 100 juta," ujar Direktur Utama MEDC, Darmoyo Doyoatmojo, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10/2008).
Langkah buy back dilakukan untuk menyikapi pasar yang sedang memburuk pekan lalu. Dengan melakukan buy back, perseroan akan mendapat keuntungan pada masa mendatang, saat pasar sudah kembali normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya treasury shares bisa dijual kembali saat kondisi pasar normal, dan harga yang sudah lebih baik. Selain itu, perseroan juga bisa mempergunakannya untuk program karyawan dan manajemen sebagai pengganti kompensasi atas kinerja.
Perseroan juga bisa menjadikan treasury shares sebagai dasar dalam pembiayaan proyek perseroan, sebagai hutang yang bersifat ekuitas (equity linked), seperti : obligasi tukar, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, serta bisa dijadikan alat tukar untuk investasi perseroan di masa datang.
"Pembelian saham kembali ini aka menguntungkan perseroan dan para pemegang saham," jelas Darmoyo.
Sesuai aturan, MEDC akan melakukan pembelian saham kembali selama tiga bulan sejak diumumkannya informasi kepada pemegang saham pada 14 Oktober. Perseroan telah menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, sebagai broker.
Jika perseroan menggunakan seluruh dana yang dicadangkan untuk buy back tersebut, maka jumlah asset dan ekuitas akan berkurang senilai jumlah tersebut, yaitu US$ 100 juta.
Sebelumnya, perseroan telah melakukan pembelian saham sebesar 3,29%, dengan dana sebesar US$ 80 juta, sebagaimana disepakati RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) pada 15 Mei 2008. Dengan rencana tambahan buy back sebesar 10% tersebut, maka total kas internal yang akan digunakan untuk aksi buy back mencapai US$ 180 juta.
"Kas yang akan tersisa setelah adanya rencana transaksi adalah sebesar US$ 83,08 juta. Sementara total asset MEDC, akan menjadi US$ 1.769 juta," ujar Darmoyo.
Kendati demikian, darmoyo mengatakan aksi buy back tidak akan mempengaruhi laba bersih perseroan. Hingga semester I/2008, laba bersih MEDC adalah US$ 63,421 juta. Selain itu, perseroan juga mengungkapkan bahwa proforma laba bersih per saham serta imbas hasil asset dan imbas hasil ekuitas, akan lebih tinggi dibandingkan tanpa dilakukan buy back.
MEDC juga menegaskan bahwa, buy back tidak akan mempengaruhi pembiayaan kegiatan usaha perseroan. Pasalnya, hingga kini modal kerja dan arus kas yang dimiliki cukup memadai untuk kegiatan operasional.
"Rencana buy back, tidak akan mengganggu investasi," imbuhnya.
(dro/qom)











































