"Tujuan kami membekukan produk PNM PUAS adalah untuk melindungi nasabah dari aksi panic selling akibat terbawa isu penurunah bursa global," ujar Investor Relations PNM Investments, Firmansyah saat dihubungi detikFinance, Selasa (21/10/2008).
Firmansyah mengungkapkan pada September lalu, total dana kelolaan produk PNM PUAS masih sebesar Rp 287,3 miliar. Akhir pekan lalu, posisi dana kelolaan merosot menjadi sebesar Rp 171,57 miliar, atau terjadi penarikan sebesar Rp 115,83 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total dana kelolaan PNM PUAS sebesar Rp 171,57 miliar, sekitar 70% atau Rp 120,09 miliar memilih tetap mempertahankan portofolionya di aset yang sama. Hanya saja kini bentuknya ditukar ke reksa dana terproteksi.
"Saat ini kami sedang menunggu pernyataan efektif Bapepam. Setelah efektif reksa dana terproteksi kami peroleh, produk PNM PUAS akan ditutup," ujar Firmansyah.
Sehubungan dengan itu, Firmansyah membantah bahwa penarikan portofolio PNM PUAS terjadi akibat adanya keterkaitan PNM Investments dengan aksi gadai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) oleh induk usahanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
BNBR memang menggadaikan 59.122.810 saham BUMI pada PNM Investments senilai Rp 231,81 miliar dengan tingkat suku bunga pinjaman 13,25-14,25%. Pinjaman ini jatuh tempo pada Januari-Februari 2009.
"Tidak ada kaitannya kok. Memang sama-sama PNM Investments, tapi penarikan besar-besaran kan terjadi di reksa dana pasar uang bukan saham. Jadi tidak terkait. Ini lebih disebabkan kepanikan akibat kondisi keuangan global," ujar Firmansyah. (dro/ir)











































