Kejatuhan pasar Asia kini menjadi perhatian pelaku pasar setelah AS dan Eropa yang lebih dulu terkena krisis. Negara Asia yang banyak mengandalkan ekspor ke AS dan Eropa mulai dihantui melemahnya perekonomian karena krisis global ini.
Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Jumat (24/10/2008) IHSG turun tajam hingga 88,076 poin (6,59%) ke posisi 1.249,128.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi siang di BEI berlangsung tipis dengan transaksi yang terjadi sebanyak 21.212 kali, pada volume 779,6 juta saham, senilai Rp 844,2 miliar. Hanya 6 saham yang naik harga, selebihnya 154 saham turun dan 21 saham stganan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 650 menjadi Rp 5.900, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 140 menjadi Rp 1.350, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 350 menjadi Rp 3.275, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 20 menjadi Rp 450 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.000 menjadi Rp 9.000.
IHSG mengikuti pelemahan bursa-bursa Asia di tengah kegugupan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, meski akhirnya indeks Dow Jones ditutup menguat 172,04 poin (2,02%) ke level 8.591,25.
Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo merosot tajam di bawah level 8.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 2003. Nikkei 225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 602,18 poin (7.12%) ke level 7.858,80.
Kejatuhan Nikkei-225 terjadi karena investor makin mengkhawatirkan nasib kinerja perusahaan-perusahaan setelah Sony Corp mengumumkan proyeksi laba yang kemungkinan akan merosot. Saham Sony melorot hingga 13%.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga dibuka melorot 2,1%, sementara Australia turun 1,1% dan Singapura ambles 2,15%, Korsel merosot 3,5%. (ir/qom)











































