Negosiasi Penjualan BUMI Molor, Suspensi Lanjut Lagi

Negosiasi Penjualan BUMI Molor, Suspensi Lanjut Lagi

- detikFinance
Minggu, 26 Okt 2008 15:33 WIB
Negosiasi Penjualan BUMI Molor, Suspensi Lanjut Lagi
Jakarta - Negosiasi penjualan sebagian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) oleh induknya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) belum rampung. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan melanjutkan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) 3 emiten grup Bakrie pada perdagangan besok, Senin 27 Oktober 2008.

"Saat ini belum ada yang bisa kami umumkan soal penjualan BUMI. Proses negosiasi masih berlangsung," ujar Juru Bicara Grup Bakrie, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Minggu (26/10/2008).

Kendati demikian, Dileep menyatakan grup Bakrie belum mengajukan agar suspensi dilanjutkan pada perdagangan besok. "Mengenai kelanjutan suspensi lebih baik tanyakan pada otoritas bursa," ujar Dileep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ketika dikonfirmasi, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan, bursa justru sedang menanti-nanti laporan perkembangan negosiasi penjualan sebagian saham BUMI oleh BNBR.

"Sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut dari mereka. Jadi kepastian suspensi masih kita tunggu sore ini," ujar Erry.

Sehubungan dengan itu, Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito mengatakan hal senada dengan Erry. "Jika sore ini ada laporan perkembangan besok ada kemungkinan akan kita buka. Tapi kalau nggak ada perkembangan mau bagaimana lagi, suspensi akan dilanjutkan," jelas Eddy.

Pada perdagangan 7 Oktober 2008, seluruh emiten grup Bakrie yang terdiri dari 6 perusahaan disuspensi oleh BEI lantaran harga saham-sahamnya jatuh lebih dari 30% pada perdagangan 6 Oktober 2008.

Emiten-emiten tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie
Telecom Tbk (BTEL) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Pada 17 Oktober 2008, suspensi ELTY, UNSP dan BTEL dibuka oleh BEI dengan alasan kejelasan informasi mengenai mereka sudah transparan. Tiga lainnya yaitu BNBR, ENRG dan BUMI hingga saat ini belum dibuka suspensinya lantaran masih ada informasi yang bersifat material yang masih dalam proses negosiasi dan belum dapat dipublikasikan. Oleh karena itu, BEI belum dapat membuka suspensi mereka.

Tadinya, baik pihak grup Bakrie maupun BEI mengharapkan proses negosiasi dapat diselesaikan selambat-lambatnya hari ini, Minggu (26/10/2008), sehingga suspensi dapat dibuka besok, Senin (27/10/2008). Namun rupanya, target tersebut molor.

Rumor di lantai bursa mengatakan, penjualan BUMI bakal molor lantaran calon-calon pembeli yang sedang bernegosiasi menawar dengan harga yang sangat murah, terutama setelah melihat kejatuhan saham ELTY, UNSP dan BTEL sebesar 40% selama 6 hari perdagangan berturut-turut setelah dibuka suspensinya.

Kabarnya, akibat kejatuhan tersebut, calon-calon pembeli BUMI memberikan penawarannya di harga yang jauh lebih rendah dari harga penutupan terakhir BUMI. Sebelum disuspensi, BUMI ditutup pada harga Rp 2.175 per saham. (dro/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads