Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (27/10/2008).
"Dari hari pertama buy back sekarang jumlahnya sudah lebih dari 10 kali lipat. Sekitar Rp 80 miliar lebih," jelasnya.
Ia mengatakan, satu pekan terakhir ini volume pembelian yang dilakukan oleh tujuh emiten BUMN cukup besar jika dibandingkan pekan pertama.
Sebelumnya, Kementerian Negara BUMN sudah menghimbau kepada 10 emiten BUMN untuk melakukan buy back, namun hingga saat ini yang sudah melakukan hanya tujuh.
"Tiga BUMN memang belum lakukan buy back," jelasnya. Namun sayang, Said enggan menyebutkan nama tiga BUMN tersebut, begitu pula dengan alasan mereka tidak lakukan aksi korporasi tersebut.
Ia mengatakan, salah satu hal yang menjadi kendalanya adalah terkadang banyak investor yang tidak mau menjual sahamnya. Ini menyebabkan total volume pembelian hingga saat ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan dana yang disiapkan.
"Dari prosedur tidak ada masalah, ini hanya terganjal kondisi pasar saja. Di bursa itu harus ngantri untuk beli saham BUMN," pungkasnya. (ang/ddn)











































