Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Menneg BUMN M Said Didu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).
"Semua administrasinya sudah jalan, mereka tinggal tunjuk sekuritas jadi pekan ini sudah bisa mulai," katanya.
Dana yang disiapkan pemerintah untuk disalurkan melalui PIP dan PPA sebesar Rp 4 triliun. Sebesar Rp 2,5 triliun akan dikelola oleh PIP sedangkan sisanya sebesar Rp 1,5 diurus PPA.
Dana tersebut sebelumnya adalah dana cadangan pemerintah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Ia mengatakan, Kementerian BUMN tidak akan mengarahkan kedua perusahan tersebut untuk membeli saham milik BUMN tertentu. Menurutnya, semua keputusan akan diserahkan kepada masing-masing sekuritas yang akan dipilih.
"Pemerintah tidak akan mengintervensi program buy back yang mereka lakukan. Kami serahkan penuh kepada sekuritas," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, tidak menutup kemungkinan PIP dan PPA membeli kembali saham milik bank BUMN yang selama ini tidak diperbolehkan melakukan buy back oleh Kementerian BUMN.
Sekedar informasi, pada penutupan bursa Jumat lalu, seluruh saham milik Bank BUMN di bursa terkena auto rejection akibat anjlok 10 persen. "Bisa juga PIP dan PPA membeli saham Bank BUMN supaya naik lagi, tapi itu kami serahkan kepada sekuritas," pungkasnya. (ang/ddn)











































