Laba Bersih INCO Anjlok 62,1%

Laba Bersih INCO Anjlok 62,1%

- detikFinance
Senin, 27 Okt 2008 11:38 WIB
Laba Bersih INCO Anjlok 62,1%
Jakarta - Laba bersih PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) pada sembilan bulan pertama 2008 tercatat merosot 62,1% menjadi US$ 369,1 juta dari periode yang tahun sebelumnya yang sebesar US$ 972,6 juta.

Dalam laporan tertulisnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2008), Direktur Utama INCO Arif Siregar mengatakan, penurunan tersebut dipicu oleh penurunan harga nikel pada 2008 sebesar US$ 12.071 juta menjadi US$ 19.803 per metrik ton dari sebelumnya US$ 31.874.

"Pada 2007, harga nikel mencapai rekor tertinggi, sehingga penurunan harga nikel pada 2008 memicu penurunan kinerja keuangan perusahaan," kata Arif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laba usaha sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi menjadi US$ 75,6 juta dari sebelumnya US$ 399,9 juta. Produksi nikel dalam periode tersebut sama dengan sebelumnya, 19.100 metrik ton.

Arif mengungkapkan, produksi perusahaan pada 2008 menurun sedikit dibanding 2007. Hal itu terjadi karena penghentian untuk pemeliharaan salah satu tanur listrik. Selain itu, perusahaan juga menghentikan pemakaian 32 pembangkit listrik tenaga diesel yang masing-masing berkapasitas 1 megawatt (mw).

Kedepannya Arif menjelaskan, perseroan akan melakukan perbaikan struktur biaya produksi dengan meningkatkan kondisi infrastruktur perusahaan. Juga pengurangan konsumsi minyak berkadar sulfur tinggi (HFSO) pada tanur pereduksi.

"Untuk beberapa alat tambang yang sudah tua juga akan kami ganti," ujar Arif. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads