BEI: Investor Minta Suspensi Saham Bakrie Dilanjutkan

BEI: Investor Minta Suspensi Saham Bakrie Dilanjutkan

- detikFinance
Senin, 27 Okt 2008 15:34 WIB
BEI: Investor Minta Suspensi Saham Bakrie Dilanjutkan
Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah akhirnya angkat bicara soal penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) 3 emiten grup Bakrie yang berlarut-larut tak kunjung menemui kejelasan.

"Selain karena belum ada kejelasan transaksi material mereka, sebagian besar investor (pelaku pasar) meminta suspensi mereka tetap dilanjutkan dengan tujuan mencegah pasar jatuh lebih dalam," ungkap Erry dikantornya, SCBD, Jakarta, Senin (27/10/2008).

Suspensi seluruh grup Bakrie telah dilakukan sejak perdagangan Selasa 7 Oktober 2008 lantaran harga saham-sahamnya anjlok lebih dari 30% secara bersamaan pada perdagangan sehari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enam emiten tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku induk usaha.

Usut punya usut, informasi transaksi material penjualan sebagian saham-saham anak usaha BNBR yang masih simpang siur menjadi sebab utama kejatuhan saham-saham mereka. Oleh sebab itu, BEI memutuskan melakukan suspensi seluruh saham-saham mereka pada 7 Oktober 2008.

Pada 17 Oktober 2008, BEI membuka suspensi ELTY, UNSP dan BTEL dengan alasan sudah memberikan kejelasan informasi terkait transaksi material. Tiga lainnya, BNBR, BUMI dan ENRG hingga saat ini belum dibuka karena proses transaksi material tak kunjung jelas.

"Mana mungkin kami buka kalau informasi transaksinya belum jelas?" ujar Erry.

Dalam paparan publik yang diadakan grup Bakrie pada 13 Oktober 2008, Direktur BNBR Ari Saptari Hudaya menyatakan telah meminta perpanjangan masa suspensi hingga 24 Oktober 2008 dengan tujuan segera menyelesaikan negosiasi penjualan sebagian saham BUMI dan ENRG.

Permintaan tersebut dimuluskan oleh BEI. Ketika itu, banyak kabar yang beredar di lantai bursa mengatakan bahwa kelanjutan suspensi saham Bakrie dilakukan akibat BEI mendapat tekanan dari emiten terkait.

Namun ketika dikonfirmasi, Erry membantah kabar tersebut.

"Kita tidak melindungi grup Bakrie. Suspensi dilanjutkan karena transaksi material mereka belum selesai dan banyak investor meminta agar mereka tetap disuspensi. Kalau kita buka dengan informasi belum jelas, seluruh pasar kita akan terpengaruh sentimen yang menyesatkan," jelas Erry.

Atas alasan itulah, Erry menyatakan suspensi belum dapat dibuka hingga ada kejelasan informasi soal transaksi mereka.

"Kita belum tahu kapan mereka akan menyelesaikan transaksi. Kita tidak bisa paksa mereka. Lagipula ini kan biasa saja, ketika transaksi akuisisi BII oleh Maybank belum jelas, kita suspensi mereka 45 hari, tapi tidak ada yang ribut. Kenapa sekarang jadi ribut sekali," ujar Erry.

Oleh karena itu BEI tidak memberikan batas waktu pada grup Bakrie. "Kita inginnya cepat selesai. Tapi kalau mereka belum selesai, ya mau bagaimana?" ujar Erry. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads