"Kabar itu tidak benar. Kami telah mengkonfirmasi dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham utama. BNBR justru akan memperkuat bisnis telekomunikasinya," kata Corporate Secretary BTEL, Harry Prabowo dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Jumat (31/10/2008).
Akibat kabar itu, saham PT Bakrie Telecom Tbk disuspensi di semua pasar sejak perdagangan sesi I Jumat 31 Oktober 2008. Alasan BEI melakukan suspensi karena adanya pemberitaan di media massa bahwa BTEL sedang melakukan negosiasi penjualan sahamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya BTEL sempat disuspensi pada 7-17 Oktober karena terkait masalah gadai saham oleh induknya PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR).
Suspensi saham BTEL kemudian dicabut dan bisa bisa diperdagangkan lagi pada 18 Oktober 2008. Namun kini saham BTEL harus kembali masuk kotak suspensi.
Saat ini mayoritas pemegang saham BTEL yang merupakan operator telepon CDMA ESia masih dikuasai grup Bakrie. Harga terakhir saham BTEL sebelum disuspensi sebesar Rp 67 per saham. (ir/qom)











































