IHSG Fokus Sentimen Lokal

IHSG Fokus Sentimen Lokal

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 07:35 WIB
 IHSG Fokus Sentimen Lokal
Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal November ini akan lebih fokus pada sentimen lokal seperti data inflasi, laporan keuangan emiten dan tingkat bunga BI Rate.

Relatif stabilnya bursa Wall Street akhir pekan lalu dan bursa regional Senin pagi ini yang cenderung positif akan membuat pelaku pasar lebih memperhatikan kondisi di dalam negeri.

Pada perdagangan Jumat (31/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 144,32 poin (1,57%) ke level 9.325,01. Nasdaq juga menguat 22,43 poin (1,32%) ke level 1.720,95 dan indeks Standard & Poor's 500 naik 14,66 poin (1,54%) ke level 968,75.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Korea KOSPI pada pembukaan Senin menguat 2,33% atau 25,95 poin ke posisi 1.139,01, sedangkan Australia S&P/ASX200 naik 2,5% atau 98,7 poin menjadi 4.116,7. Sedangkan bursa saham Jepang hari ini libur.  

Alhasil, pada perdagangan saham Senin (3/11/2008) IHSG diprediksi masih bisa menguat meski bayangan aksi ambil untung terus mengikuti.  

Investor menanti pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) untuk inflasi Oktober pada Senin siang ini. Inflasi Oktober diprediksi lebih rendah dari September yang sebesar sebesar 0,97 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (September 2008 terhadap September 2007) sebesar 12,14 persen.      

Arah inflasi ini menentukan kemana tingkat suku bunga BI Rate yang kini sebesar 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 6 November.

Selain itu, pelaku pasar juga masih akan merespons hasil kinerja emiten pada triwulan III-2008. Namun yang paling dinanti investor nasib suspensi saham Bumi Resources Tbk. Bakrie & Brothers selaku induk perusahaan telah menjual 35% saham BUMi ke Northstar senilai US$ 1,3 miliar.

Namun yang jadi masalah transaksi tersebut belum final sehingga utang repo Bakrie ke investor dan sejumlah perusahaan sekuritas belum bisa dilunasi.  

Pada penutupan Jumat pekan lalu (31/10/2008) IHSG ditutup menguat 82,841 poin (7,06%) ke level 1.256,704.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks pada akhir pekan ditutup menguat 82 poin (7%) ke level 1.256 berlawan arah dengan bursa Asia yang ditutup melemah walaupun Bank Sentral Jepang memangkas suku bunga 20 bps menjadi 0,3%. Pemberlakuan auto rejection batas atas yang baru menjadi 20% menjadi katalis disamping rilis laporan keuangan para emiten yang masih perform. Indeks perlahan mulai keluar dari area oversold sedangkan indikator F-Stochastic telah membentuk signal golden cross diperkuat oleh MA 5 dan MA 10 yang mendekati pola serupa. Pasar selanjutnya fokus pada data inflasi Oktober yang diperkirakan berkisar 0,7% yang bakal dipakai acuan RDG BI mendatang. Penguatan minor diperkirakan masih berlanjut dengan level harian 1.200-1.290 dengan pilihan saham: ASII, BBRI, UNTR, INTP dan UNSP.   

Panin Sekuritas

Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat +0.95%, yang didorong oleh kenaikan yang terjadi pada hari Jumat sebesar +7.06%. Selain pengumuman hasil kinerja 3Q'08, menguatnya IHSG dipengaruhi oleh trend naik pada bursa regional menyusul langkah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 50 bps, yang kemungkinan akan diikuti oleh Bank Sentral lainnya. Sementara dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah terlihat masih sangat fluktuatif sehingga sempat menekan pergerakan IHSG pada awal pekan. Rupiah bahkan sempat anjlok hingga menembus level Rp11.000/USD.

   
Untuk pekan ini, kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed. Faktor regional tampaknya masih akan menjadi fokus utama investor. Sementara dari dalam negeri, investor akan mengamati perkembangan dari rasionalisasi aset Grup Bakrie. Meski terlihat masih berada dalam downtrend, akan tetapi indikator RSI telah berhasil keluar dari area oversold. Kisaran support-resistance 1.130-1.300.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads