Rupiah Butuh Penyemangat

Rupiah Butuh Penyemangat

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 08:10 WIB
Rupiah Butuh Penyemangat
Jakarta - Gerak rupiah hingga kini masih rentan pelemahan karena imbas dari kekeringan likuiditas di pasar global. Mata uang lokal ini butuh penyemangat untuk bisa kembali ke zona positif.

Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Senin (3/11/2008) rupiah berdasarkan data CNBC menguat 150 poin ke posisi 10.800 per dolar AS.

Posisi rupiah pagi ini sudah lumayan menguat ketimbang Jumat pekan lalu (31/10/2008) yang sempat kembali menembus level 11.000 per dolar AS.
     
Investor menanti pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) untuk inflasi Oktober pada Senin siang ini. Inflasi Oktober diprediksi lebih rendah dari September yang sebesar sebesar 0,97 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2008 sebesar 10,47 persen, sedangkan laju inflasi year on year (September 2008 terhadap September 2007) sebesar 12,14 persen.      

Arah inflasi ini menentukan kemana tingkat suku bunga BI Rate yang kini sebesar 9,5% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 6 November. Jika inflasi turun, BI Rate punya peluang turun.

Namun penyemangat inflasi itu belum cukup karena kondisi pasar emerging market di dunia termasuk Indonesia yang sedang mengalami kesulitan likuiditas sehingga banyak yang cadangan devisanya turun.

Investor juga akan melihat surplus perdagangan di bulan September apakah mengalami penurunan atau tidak yang akan menandakan sinyal kekuatan ekonomi Indonesia. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads