Dalam laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/11/2008), dijelaskan peningkatan pos Beban Usaha rata-rata di atas 35% menjadi penyebab utamanya.
Bhakti Investama
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya perolehan Laba Usaha terkoreksi 43,5% menjadi Rp 576,294 miliar dari sebelumnya Rp 1,020 triliun. Laba Bersih sebesar Rp 224,196 miliar, anjlok 72,62% dari sebelumnya Rp 818,938 miliar.
Global Mediacom
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatat pendapatan sebesar Rp 4,101 triliun, naik 21,76% dari sebelumnya Rp 3,368 triliun. Beban Usaha naik 38,13% menjadi Rp 3,662 triliun dari sebelumnya Rp 2,651 triliun.
Akibatnya pos Laba Usaha tergerus 38,83% menjadi Rp 438,537 miliar dari sebelumnya Rp 716,989 miliar. Pos Laba Bersih ikut terkoreksi 67,29% menjadi Rp 459,187 miliar dari sebelumnya Rp 1,404 triliun.
Media Citra Nusantara
Kinerja PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN) juga bernasib serupa. Pos pendapatan sebesar Rp 2,780 triliun, naik 25,84% dari sebelumnya Rp 2,209 triliun. Peningkatan Beban Usaha sebesar 41,12% menjadi Rp 2,258 triliun dari sebelumnya Rp 1,600 triliun menggerus perolehan Laba Usaha sebanyak 14,28% menjadi Rp 521,990 miliar dari sebelumnya Rp 609,012 miliar.
Akibatnya Laba Bersih terkoreksi 9,02% menjadi Rp 296,894 miliar dari sebelumnya Rp 326,348 miliar.
Mobile-8 Telecom
Kinerja PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) lebih parah lagi. Pada pos pendapatan sudah mencatat koreksi turun 2,45% menjadi Rp 610,765 miliar dari sebelumnya Rp 626,309 miliar. Peningkatan Beban Usaha mencapai 48,73% menjadi Rp 763,765 miliar dari sebelumnya Rp 513,504 miliar.
Akibatnya perseroan mencatat Rugi Usaha sebesar Rp 152,999 miliar. Padahal periode yang sama tahun lalu masih mencatat Laba Usaha sebesar Rp 112,805 miliar. Kerugian tersebut masih berlanjut pada pos-pos selanjutnya. Rugi Bersih FREN tercatat sebesar Rp 275,292 miliar. Tahun lalu perseroan masih membukukan Laba Bersih sebesar Rp 55,005 miliar.
Kinerja positif grup Hary Tanoe hanya mengalami peningkatan adalah PT Indonesia Air Transport Tbk (IATA) dan PT Global Land Development Tbk (KPIG).
Indonesia Air Transport
IATA membukukan pendapatan hingga triwulan III 2008 sebesar Rp 202,735 miliar, naik 29,01% dari sebelumnya Rp 157,145 miliar. Pada pos Laba Bersih mencatat angka sebesar Rp 6,313 miliar, naik 2.205,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 273,783 juta.
Global Land Development
KPIG membukukan laba kotor pendapatan Rp 25,035 miliar atau naik 603% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,563 miliar. Sedangkan laba bersih yang diperoleh Rp 22,937 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang rugi bersih sebesar Rp 12,552 miliar.
(dro/ir)











































