Saham-saham di Wall Street mencatat kenaikan besar, menyambut pemilihan presiden di AS. Pilpres ini diharapkan akan segera mengakhiri segala ketidakpastian.
Kenaikan harga saham-saham energi, setelah kenaikan tajam harga minyak membuat perdagangan saham bergairah. Sementara indeks Standard & Poor's 500 untuk pertama kalinya sejak 13 Oktober kembali menembus level 1.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini ikut memacu bursa regional positif pada pembukaan Rabu pagi ini seperti KOSPI yang naik 2,7% atau 31,57 poin menjadi 1.184,92 dan Nikkei naik 1,2% atau 109,45 poin menjadi 9.224,05.
Suasana bursa saham global yang positif ini diharapkan bisa menular ke Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (5/11/2008). Meski punya potensi menguat IHSG tetap waspadai profit taking karena sudah naik dalam lima hari berturut-turut.
Kabar positif dari dalam negeri adalah ekspektasi stabilnya bunga BI Rate pada rapat dewan gubernur BI 6 November ini. Serta keluarnya laporan keuangan emiten triwulan III-2008 juga masih bisa menjadi sentimen positif.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa (4/1ikut1/2008) IHSG naik 17,069 poin (1,26%) menjadi 1.369,785.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Penguatan indeks selama lima hari berturut-turut masih berlanjut sehingga indeks rebound 258 poin keposisi 1.369. Disamping sentimen data inflasi Oktober yang rendah, investor makin dipacu oleh bursa Asia yang juga sedang rebound. Bagusnya laporan keuangan emiten dan harapan BI bakal menurunkan suku bunga menjadi katalis tambahan.
Dari indikator Fast Stochastic belum masuk area overbought sedangkan EMA 5 dan EMA 10 mendekati pola golden cross. Strategi hold bisa jadi pilihan di saat indeks bullish. Pergerakan indeks harian diperkirakan dikisaran 1.340-1.410 dengan pilihan saham: ASII, UNTR, HEXA, LSIP, dan PTBA.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup menguat (+1.26%) ditengah profit taking terhadap saham unggulan yang telah naik signifikan. IHSG tercatat mengalami kenaikan dalam 5 hari berturut-turut. Kenaikan dalam beberapa hari terakhir didorong oleh angka inflasi (yoy) yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi. Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 9.50% dalam RDG yang akan berlangsung besok. Hari ini kami perkirakan IHSG kembali akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.320-1.400.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin berhasil bertahan di teritori positif meski pada awal perdagangan sempat terhantam badai profit taking yang menimpa sektor mining dan banking. Indeks bergerak dalam spread yang cukup lebar sekitar 50 poin dan ditutup naik 1,2% ke level 1369,7. Penguatan indeks ditopang oleh naiknya saham-saham CPO player seiring kenaikan harga CPO mencapai lebih dari 13% selama 2 hari berturut-turut. Trading value Rp2,6 triliun juga terlihat mulai tinggi seiring meningkatnya kepercayaan diri investor untuk kembali masuk ke bursa.
Sementara bursa US pada 'election day' semalam, kembali membukukan kenaikan seiring kepercayaan investor bahwa bursa akan segera memasuki trend rally akhir tahun yang selalu terjadi di bulan November dan Desember. Investor kembali masuk ke bursa dan mulai mengkoleksi saham-saham berfundamental kuat yang telah terkoreksi dalam. Harga minyak yang naik lebih dari 12% kemarin ke level US$70,5/barrel terkait pemotongan produksi oleh Arab Saudi juga menjadi katalis kenaikan saham-saham berbasis komoditas. Dow naik +3,28%, Nasdaq +3,1% & S&P500 +4%. Membaiknya sektor finansial US juga membuat Yield T-Bills kembali naik setelah sempat turun ke level terendah sejak 1980. Terkait hal ini, Bursa Asia kembali dibuka menguat hari ini seiring reboundnya sektor komoditas dan membaiknya likuiditas di sektor finansial. Nikkei +2,5%, KOSPI +2,5%, AORD +1,6%.
Bursa Indonesia juga berpeluang menguat hari ini seiring sentimen positif yang cukup kuat dari bursa Global dan terlebih dari reboundnya harga minyak dunia. Sentimen ini akan membawa saham commodity related kembali rally hari ini, seperti ANTM, TINS, PTBA, INCO, AALI, LSIP dan UNSP. Spekulasi penurunan BI Rate juga akan mampu mengangkat sektor banking yang beberapa hari ini under-perform. Indeks diperkirakan akan mampu menembus level 1400 dengan rentang pergerakan di kisaran 1340 - 1450.
(ir/ir)











































