Direksi BEI Bungkam Soal BUMI

Direksi BEI Bungkam Soal BUMI

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2008 17:15 WIB
Direksi BEI Bungkam Soal BUMI
Jakarta - Jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih tidak berkomentar alias bungkam soal alasan pembatalan pencabutan penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Alasan kenapa pemerintah melakukan intervensi ke BEI agar tidak membuka suspensi BUMI Rabu pagi belum juga terungkap.

"Pemerintah Republik Indonesia," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah ketika ditanya soal batalnya pencabutan suspensi saham BUMI, di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (5/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi tadi, BEI mengumumkan rencana pembukaan suspensi BUMI pada pukul 08.00 WIB. Namun pada pukul 09.15, sekuritas-sekuritas mendapat surat pembatalan pembukaan suspensi BUMI dari BEI.

Terbukti, pada pembukaan perdagangan Sesi I 09.30 JATS saham BUMI tidak diperdagangkan. Ketika itu belum ada penjelasan apa pun dari BEI mengenai pembatalan tersebut.

Pernyataan resmi BEI soal pembatalan baru diumumkan sekitar pukul 11.30 JATS. Dalam pernyataan tersebut tertulis pembatalan pembukaan suspensi BUMI dilakukan lantaran ada permintaan dari pemerintah.

Sayangnya BEI tidak menjelaskan siapa pemerintah yang dimaksud, apakah itu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany atau petinggi pemerintah lainnya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar. Hingga saat ini teka-teki tersebut belum terjawab. Padahal, terungkapnya siapa yang mengintervensi BEI sangat krusial, terutama untuk mengetahui alasan pembatalan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany sebagai pemerintah yang berkoordinasi secara langsung dengan BEI sudah memberikan lampu hijau pembukaan suspensi BUMI.

Jika demikian adanya, maka pertanyaan besarnya adalah siapa yang 'bermain' dalam kasus ini?

Direktur PT Financorpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan bukan tidak mungkin dalam situasi politik menjelang pemilu 2009 banyak pihak terlibat dalam pembatalan tersebut.

Rumor adanya deal-deal politik tingkat tinggi memang sudah terdengar santer belakangan ini yang sangat mempengaruhi peta kampanye dan perpolitikan menjelang pemilu.

Kabarnya, siapa yang dapat menyelamatkan bisnis grup Bakrie akan memperoleh dukungan dana kampanye yang cukup besar.

Untuk mengetahui kebenaran rumor ini, kuncinya adalah jawaban yang pasti mengenai siapa pemerintah yang mengintervensi BEI membatalkan rencana pembukaan suspensi BUMI.

"Pemerintah Republik Indonesia," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito.

Kalimat yang sangat identik dengan yang diucapkan Erry ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai teka-teki pemerintah yang mengintervensi BEI. Sepertinya jajaran direksi BEI sudah latihan menjawab kalimat tersebut untuk menghadapi pertanyaan wartawan. Eddy pun mengakuinya.

"Mulut saya dan direksi lainnya sekarang dikunci supaya tidak ada informasi yang bocor. Juru bicaranya sekarang cuma pak Erry. Kita tidak bisa ngomong apa-apa," ujar Eddy.

Jika biasanya semua direksi bisa membuat pernyataan ke publik, saat ini informasi ke publik hanya bisa diakses melalui Direktur Utama BEI Erry Firmansyah. Sayangnya, Erry Firmansyah sebagai juru bicara BEI masih enggan memberikan informasi yang lengkap soal pembatalan suspensi BUMI.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads