Intervensi Pemerintah di Saham BUMI Masih Misteri

Intervensi Pemerintah di Saham BUMI Masih Misteri

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2008 14:25 WIB
Intervensi Pemerintah di Saham BUMI Masih Misteri
Jakarta - Pemerintah sudah mengakui meminta penundaan pencabutan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Rabu kemarin (5/11/2008). Meski saham BUMI pada Kamis ini sudah diperdagangkan lagi, tetap saja masalah intervensi pemerintah pada Rabu kemarin menjadi misteri.

Pelaku pasar masih banyak yang menebak-nebak apa alasan intervensi itu dan atas perintah siapa intervensi tersebut.
Β 
"Pemerintah saja," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah berkali-kali ketika ditanya siapa yang melakukan intervensi atas rencana pembukaan suspensi BUMI Rabu kemarin.

Erry hanya mengungkapkan sedikit sekali informasi mengenai itu. "Alasan soal permintaan tersebut pemerintah yang berhak menjawab. Namun sejauh yang kami tahu, ada info lain yang harus ditelaah pemerintah agar semua tidak bias, maka pemerintah minta dikaji kembali dan kemarin ditutup sementara agar tidak ada info yang salah di pasar," jelas Erry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan alasan kenapa suspensi BUMI dibuka hari ini, menurut Erry karena informasinya sudah dianggap cukup oleh pemerintah. "Jadi mekanisme buka tutup suspensi kembali berada di tangan bursa. Pembukaan suspensi BUMI hari ini bukan intervensi pemerintah," ujar Erry.

Secara terpisah Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan penundaan pembukaan suspensi saham BUMI pada Rabu kemarin karena ada yang perlu diklarifikasi.

Setelah saham BUMI diperdagangkan hari ini, Bapepam LK minta masalah intervensi pemerintah jangan lagi diributkan karena memang ada alasan yang kuat.

"Kita kan sudah jelaskan. Orang gak terlalu ribut juga kok. Kita kan kasih penjelasan, sekarang sudah dibuka suspensinya. Gak usah terlalu dipermaslahkan lah, cuma tambah sehari saja (suspensinya) kemarin. Kita minta maaf kalau memang terjadi kebingungan di pasar. Saya minta maaf," kata Fuad di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (6/11/2008).

Diakui Fuad, sebenarnya pada Rabu kemarin memang saham BUMI akan dibuka tapi kemudian ada informasi yang beredar yang dikhawatirkan dapat meniimbulkan masalah.

Baik Fuad maupun Erry tidak menyebutkan informasi apa yang dimaksud sehingga membuat pemerintah harus melakukan klarifikasi yang kemudian berujung pada intervensi ke pasar modal. Suatu langkah yang sangat bertentangan dengan mekanisme pasar.

Ada dugaan intervensi kemungkinan dilakukan oleh kekuasaan yang sangat besar sampai-sampai hal itu membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani bungkam.

Sementara Erry mengatakan alasan suspensi dibuka hari ini karena bursa melihat informasi transaksi material penjualan sebagian saham BUMI oleh induk usahanya PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dianggap sudah final.

"Jadi suspensi kita buka," jelas Erry.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance dari pihak terkait dengan Northstar Pacific (salah satu anggota konsorsium calon pembeli BUMI), nilai transaksi sebagaimana telah dipublikasikan di berbagai media sebesar US$ 1,3 miliar bukanlah angka final.

"Harga transaksi, persentase saham maupun total nilai transaksi belum dapat dipastikan. Hal itu sangat tergantung hasil restrukturisasi utang BNBR kepada kreditor-kreditornya selama masa due diligence ini," ungkap sumber tersebut.

Sumber tersebut menjelaskan, kebanyakan saham BUMI milik BNBR saat ini berada di tangan kreditor-kreditornya melalui serangkaian aksi gadai saham yang dilakukan selama periode April hingga September 2008.

"Jadi kelangsungan transaksi ini sangat tergantung pada kemampuan BNBR mengamankan saham-sahamnya di BUMI yang saat ini dipegang oleh sebagian besar kreditor-kreditornya," ujarnya.

Oleh karena itu sumber tersebut menyatakan nilai transaksi pengambilalihan 35% sebesar US$ 1,3 miliar bukanlah suatu hal yang pasti. "Kami belum tahu seberapa banyak BNBR mampu mengamankan saham-sahamnya dari para krediturnya. Bisa 25%, 30% bisa juga 35%. Kami belum tahu akan mengambil berapa," jelasnya.

Intervensi pemerintah ke BEI telah mencoreng kepercayaan pelaku pasar saham dalam negeri. Namun untuk mengetahui siapa yang melakukan intervensi nampaknya bakal sulit.

Pelaku pasar hanya berharap pemerintah jangan lagi melakukan intervensi ke pasar modal. Biarkanlah berjalan sesuai dengan mekanisme pasar sehingga tidak menimbulkan keraguan terhadap independensi BEI. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads