Klausul transaksi menyebutkan finalisasi nilai transaksi tergantung pada posisi akhir setelah masa due diligence berlangsung selama 28 hari sejak penandatangan dilakukan pada Jumat (31/10/2008).
Pada perdagangan hari ini, saham BUMI dibuka langsung anjlok Rp 200 (9,19%) ke level Rp 1.975. Harga terakhir BUMI sebelum suspensi 7 Oktober 2008 berada di level Rp 2.175.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 10.30 JATS, total antrean saham yang akan dijual sebanyak 3.923.722 lot atau 1.961.861.000 saham. Jumlah tersebut sama dengan 10,11% saham BUMI. Saat ini kepemilikan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di BUMI sebanyak 6.791.400.000 (35%).
Jumlah antrean menumpuk pada harga terendah yang dapat diperdagangkan hari ini, Kamis (6/11/2008) di level Rp 1.975. Pada level tersebut jumlah antrean mencapai 3.874.615 lot atau sebanyak 1.937.307.500 saham. Jumlah tersebut setara dengan 9,98% dari seluruh saham BUMI.
Jika saham BUMI terus anjlok, seperti yang terjadi pada harga saham-saham saudaranya yang telah dibuka suspensinya 17 Oktober lalu, harga saham BUMI bisa lebih rendah dari saat ini. Dikhawatirkan asumsi nilai transaksi penjualan 35% saham BUMI akan berubah drastis.
Sementara penawaran saham BUMI sebesar 35% yang saat ini sudah masuk berasal konsorsium Texas Pacific Group dan Northstar Pacific yang nilainya sebesar US$ 1,3 miliar.
Sumber detikFinance dalam konsorsium itu menyebutkan bahwa klausul transaksi 31 Oktober 2008 belumlah bentuk final transaksi. Masih ada waktu due diligence selama 28 hari untuk bisa diperoleh nilai transaksi yang pasti.
"Porsi saham yang akan diambil ini sangat tergantung pada hasil due diligence," ungkapsumber tersebut.
Oleh karena itu, persentase saham yang akan diambil masih belum dapat dipastikan. Meskipun dalam penandatangan kerjasama Jumat (31/10/2008) telah disebutkan angka sebesar US$ 1,3 miliar.
Ditanya apakah dengan turunnya harga saham BUMI akan mempengaruhi pula penurunan tawaran dari konsorsium NorthStar, sumber tersebut mengakuinya. "Nilai transaksi masih dapat berubah, tergantung hasil restrukturisasi mereka," jelasnya. (dro/ir)











































