IHSG Masih Bisa Menciut

IHSG Masih Bisa Menciut

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2008 07:50 WIB
IHSG Masih Bisa Menciut
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih dibayangi tekanan jual yang tinggi dan bisa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menciut.

Negatifnya bursa saham Wall Street dan regional seolah mengkonfirmasi masih bakal turunnya IHSG pada perdagangan Jumat akhir pekan ini (7/11/2008).

Aksi jual saham diprediksi akan berlanjut karena banyak investor yang masih akan merealisasikan keuntungannya. Pembukaan suspensi saham Bumi Resources juga membuat kondisi pasar saham ikut tertekan karena tingginya aksi jual di saham itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks saham Nikkei Jepang pada Jumat (7/11/2008) ini dibuka melemah 5,09% atau 452,75 poin menjadi 8.446,39. Indeks KOSPI Korea turun 3,5% atau 37,87 poin menjadi 1.054,35.

Pelemahan bursa regional ini mengikuti penurunan saham-saham di Wall Street yang kecewa oleh proyeksi kinerja emiten, serta lemahnya kinerja peritel yang menguatkan kekhawatiran akan terus berlanjutnya pelemahan ekonomi.

Pada perdagangan Kamis (6/11/2008), indeks Dow Jones ditutup merosot 443,16 poin (4,85%) ke level 8.696,11. Nasdaq anjlok 72,94 poin (4,34%) ke level 1.608,70 dan indeks Standard & Poor's 500 merosot 47,89 poin (5,03%) ke level 940,88.
Β Β Β Β 
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (6/11/2008) IHSG anjlok 58,378 poin (4,27%) menjadi 1.307,897.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Pelemahan indeks sebesar 58 poin menjadi 1.307 disamping terimbas terkoreksinya bursa saham Asia juga dipengaruhi keputusan BI yang tetap menahan BI Rate di level 9,5%. Sentimen negatif dari saham BUMI yang mengalami tekanan jual yang sangat tinggi setelah suspen dibuka kembali membuat psikologi investor untuk profit taking dari pasar. Indeks diperkirakan kembali melemah dilevel 1.270-1.320 dengan pilihan saham: ASII, SMGR, PTBA, UNVR, dan INDF.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin anjlok -4.27% menyusul berlanjutnya aksi profit taking terhadap saham yang telah naik besar. Bursa regional lainnya tercatat bergerak melemah. Perdagangan kemarin diwarnai oleh dicabutnya suspensi perdagangan BUMI, yang telah disuspensi sejak 6 Oktober lalu. Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Kisaran support - resistance 1.260-1.340.

eTrading Securities

Pedagangan IHSG kemarin tertekan tajam setelah saham BUMI kembali diperdagangkan untuk pertama kali sejak suspensi satu bulan. IHSG -4,2% menjadi 1.307,9 dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun. Pelepasan suspensi BUMI secara tiba-tiba membuat saham BUMI tertekan ke level AR di Rp1.975,-. Sekitar lebih dari 3 juta lot atau 10% dari total saham BUMI siap di jual atas reaksi dari Force Selling.

Sementara itu profit taking menyelimuti bursa di regional secara keseluruhan setelah election di US berakhir. Dow pada perdagangan semalam, -4,8% atau telah terkoreksi 10% sejak Obama dipilih menjadi president US. Konsen atas ekonomi dunia yang melambat dan data-data ekonomi yang masih di penuhi dengan penurunan bersatu menekan Bursa di dunia. Pembukaan di regional pagi ini, Nikkei -7% dan STI -5%. Indonesia diperkirakan follow-suit. Cisco memberi komentar bahwa terlihat penurunan tajam dari pemesanan barang konsumer, dan retailer mengeluh konsumer semakin enggan untuk ke mall. Ini menjadi bukti dari pelemahan ekonomi dan konsumsi.

Di Indonesia, BI menahan pemangkasan bunga. BI rate ditetapkan tidak berubah 9,5% kemarin atas reaksi Inflasi oktober 11,8%. Kita melihat BI masih concern dengan likuiditas dan negative real interest rate. Range Indek untuk jangka menengak akan berkisar antara 1,100 – 1,350. level phisikologis 1.000 akan menjadi level penting untuk IHSG membentuk range perdagangn baru. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads