Saham BUMI Lagi-lagi Anjlok, Kepentok Auto Rejection

Saham BUMI Lagi-lagi Anjlok, Kepentok Auto Rejection

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2008 09:44 WIB
Saham BUMI Lagi-lagi Anjlok, Kepentok Auto Rejection
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali anjlok selama dua hari berturut-turut pasca dihentikan perdagangannya selama 20 hari.

Harga saham BUMI pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 WIB, Jumat (7/11/2008) langsung turun Rp 195 atau 9,87% menjadi Rp 1.780 per saham. Saham BUMI dalam dua hari terakhir telah turun hampir 20%.

Hingga 5 menit perdagangan saham, Credit Suisse Securities Indonesia mencatat penjualan terbanyak untuk saham BUMI. Sejak dibuka perdagangannya kemarin, saham BUMI terus mengalami aksi jual yang besar sehingga terbentur auto rejection batas bawah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tekanan penjualan saham BUMI terus berlanjut, namun jumlahnya tidak sebanyak Kamis kemarin (6/11/2008) yang mencapai rekor transaksi penjualan terbesar.

Saham BUMI terus mendapat tekanan jual karena banyak pemegang sahamnya yang sedang kesulitan likuiditas sehingga memutuskan untuk cut loss atas investasinya di saham BUMI.

Pelaku pasar khawatir penurunan harga saham BUMI akan mempengaruhi harga divestasi perusahaan batubara itu. Saat ini yang sudah menyatakan akan membeli 35% saham BUMI dari Bakrie & Brothers adalah konsorsium NorthStar Pacific dan Texas Pacific Group senilai US$ 1,3 miliar.

Namun konsorsium tersebut masih melakukan due diligence untuk menilai berapa harga yang pantas untuk 35% saham BUMI.

Selain konsorsium itu, investor dari Filipina San Miguel juga mengaku berminat membeli saham BUMI hingga 51%. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads