Pada saat yang sama, peringkat untuk obligasi senior US$ 110 juta yang jatuh tempo 2011 yang diterbitkan Pakuwon Jati Finance BV juga diturunkan dari B menjadi B- dan masuk dalam RWN.
Dalam siaran Fitch, Rabu (12/11/2008) disebutkan penurunan peringkat ini karena perusahaan terlambat menyelesaikan proyek pembangunan Superblock Gandaria ditambah lemahnya tingkat pra penjualan. Perusahaan juga cukup berisiko terhadap meningkatnya fluktuasi dolar AS karena jumlah utang yang kebanyakan dalam dolar AS sedangkan pendapatan dalam rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitch mencatat untuk sementara pembayaran bunga perseroan dapat diatasi dengan dana kas dari proyek Superblock Tunjungan City (Surabaya). Fitch mencatat pelunasan pokok utang pertama senilai US$ 13,75 juta yang akan jatuh tempo November 2009 dapat dipenuhi dari escrow account yang memiliki neraca sekitar US$ 13,29 juta.
Namun untuk pembayaran yang diamortisasi senilai US$ 27,5 juta di 2010 kemungkinan akan mulai terpengaruh jika penjualan proyek Gandaria masih melemah.
Fitch akan menindaklanjuti RWN dari Pakuwon dengan melakukan review terhadap proyek Gandaria dan akan fokus pada upaya pembayaran amortisasi perusahaan di tahun 2010 mengingat sulitnya pendanaan dari bank.
Pakuwon adalah perusahaan properti dengan basis utama di Surabaya yang akhirnya berekspansi ke Jakarta. Pendiri Pakuwon adalah keluarga Alexander Tedja yang memiliki 72,7% saham di Pakuwon. (ir/ir)










































