Fitch Turunkan Peringkat Pakuwon Jati ke Negatif

Fitch Turunkan Peringkat Pakuwon Jati ke Negatif

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2008 09:02 WIB
Fitch Turunkan Peringkat Pakuwon Jati ke Negatif
Jakarta - Perusahaan pemeringkat global, Fitch Ratings menurunkan peringkat PT Pakuwon Jati Tbk untuk pinjaman dalam utang mata uang asing dan lokal dari B menjadi B-, serta menurunkan peringkat utang jangka panjang dari BBB- menjadi BB yang semuanya masuk dalam penilaian Rating Watch Negative (RWN).

Pada saat yang sama, peringkat untuk obligasi senior US$ 110 juta yang jatuh tempo 2011 yang diterbitkan Pakuwon Jati Finance BV juga diturunkan dari B menjadi B- dan masuk dalam RWN.

Dalam siaran Fitch, Rabu (12/11/2008) disebutkan penurunan peringkat ini karena perusahaan terlambat menyelesaikan proyek pembangunan Superblock Gandaria ditambah lemahnya tingkat pra penjualan. Perusahaan juga cukup berisiko terhadap meningkatnya fluktuasi dolar AS karena jumlah utang yang kebanyakan dalam dolar AS sedangkan pendapatan dalam rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhir Oktober 2008, tingkat pra penjualan kondominium tower di Gandaria hanya 65% di tower pertama dan 39% tower kedua. Sedangkan kondominium yang sudah terjual hanya 28%. Angka penjualan ini jauh dari prediksi manajemen dan berjalan sangat lambat. Pemicu lambatnya penjualan tersebut karena ketidakpastian ekonomi saat ini dan banyak pembeli yang menunda pembeliannya hingga kuartal kedua 2010.

Fitch mencatat untuk sementara pembayaran bunga perseroan dapat diatasi dengan dana kas dari proyek Superblock Tunjungan City (Surabaya). Fitch mencatat pelunasan pokok utang pertama senilai US$ 13,75 juta yang akan jatuh tempo November 2009 dapat dipenuhi dari escrow account yang memiliki neraca sekitar US$ 13,29 juta.

Namun untuk pembayaran yang diamortisasi senilai US$ 27,5 juta di 2010 kemungkinan akan mulai terpengaruh jika penjualan proyek Gandaria masih melemah.

Fitch akan menindaklanjuti RWN dari Pakuwon dengan melakukan review terhadap proyek Gandaria dan akan fokus pada upaya pembayaran amortisasi perusahaan di tahun 2010 mengingat sulitnya pendanaan dari bank.

Pakuwon adalah perusahaan properti dengan basis utama di Surabaya yang akhirnya berekspansi ke Jakarta. Pendiri Pakuwon adalah keluarga Alexander Tedja yang memiliki 72,7% saham di Pakuwon. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads