"Saat ini nasabah kami yang menggunakan online trading baru 25%. Tahun depan target kami meningkat jadi 35-40%," ujar Presiden Direktur Anugerah Securindo, Ali Yusuf dalam siaran persnya, Kamis (13/11/2008).
Saat ini sekitar 90% nasabah Anugerah adalah investor ritel, sedangkan sisanya adalah investor institusi. Dari total nasabah investor ritel, sekitar 25% merupakan pengguna transaksi on line trading.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menargetkan pada tahun 2009 pihaknya akan menaikkan transaksi nasabah Anugerah menjadi 5% dari total transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini total transaksi nasabah Anugerah baru sebesar 2%.
"Transaksi online trading cocok bagi investor ritel karena kemudahan modal yang disetor. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan transaksi ini juga diaplikasikan oleh investor institusi," jelas Ali.
Kendati saat ini kondisi pasar modal dan perekonomian sedang menurun, justru Ali mengatakan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi di pasar modal.
"Harga saham-saham di BEI sudah sangat murah jauh dibawah fundamental perusahaannya. Ini merupakan momentum yang tepat untuk melakukan investasi di pasar modal," ujar Ali.
Atas alasan itu, Anugerah akan fokus pada pengembangan online trading dengan membidik investor ritel. Tujuannya memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi di pasar modal. (dro/ir)











































