"Kelihatannya hasil paparan publik kemarin belum akan memberikan sentimen positif pada grup Bakrie," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/11/2008).
Menurut Alfatih, hasil paparan publik BNBR yang telah dilangsungkan kemarin, Senin (17/11/2008) malah membawa sentimen negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar mengkhawatirkan pernyataan manajemen BNBR yang mengakui bahwa satu-satunya kunci penyelesaian masalah repo BNBR ada di kelancaran transaksi penjualan 35% saham BUMI kepada Northstar.
Sebelumnya investor San Miguel asal Filipina dikabarkan siap kucurkan dana US$ 2 miliar atas 51% saham BUMI. Namun kabar ini dimentahkan oleh Presiden Direktur BNBR, Nalinkant A Rathod.
"Kalau dia (San Miguel) nawar segitu, nggak mungkin kita nolak kan," ujarnya kemarin.
Dengan begitu Northstar kini sebagai satu-satunya harapan BNBR untuk penyelesaian masalah-masalahnya sehingga BNBR sangat bergantung pada Northstar.
Sementara Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali juga mengakui bahwa nilai US$ 1,3 miliar yang akan dibayarkan oleh Northstar belum menjadi angka final.
Dalam klausul transaksi Northstar disebutkan BNBR harus mengamankan 35% sahamnya di BUMI, baru transaksi US$ 1,3 miliar terjadi. Jika BNBR gagal mengamankan 35% sahamnya, maka nilai pembelian Northstar bisa lebih rendah dari kesepakatan awal sebesar US$ 1,3 miliar.
"Kalau ditanya bagaimana akhir transaksi ini, kami tidak bisa memastikannya. Tapi kita akan kerja keras agar transaksi ini bisa berhasil," ujar Nalinkant. (dro/ir)











































