Paparan Publik Bakrie Belum Beri Sentimen Positif

Paparan Publik Bakrie Belum Beri Sentimen Positif

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2008 09:20 WIB
Paparan Publik Bakrie Belum Beri Sentimen Positif
Jakarta - Sentimen negatif diperkirakan masih akan menyelimuti saham grup Bakrie, terutama PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Hasil paparan publik PT Bakrie & Brothers (BNBR) dinilai belum mendorong isu positif pada saham grup ini.

"Kelihatannya hasil paparan publik kemarin belum akan memberikan sentimen positif pada grup Bakrie," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/11/2008).

Menurut Alfatih, hasil paparan publik BNBR yang telah dilangsungkan kemarin, Senin (17/11/2008) malah membawa sentimen negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita lihat hasil publik ekspose kemarin, sepertinya dana pelunasan repo mereka juga tidak cukup. Ini kan bukan berita bagus," ujar Alfatih.

Pasar mengkhawatirkan pernyataan manajemen BNBR yang mengakui bahwa satu-satunya kunci penyelesaian masalah repo BNBR ada di kelancaran transaksi penjualan 35% saham BUMI kepada Northstar.

Sebelumnya investor San Miguel asal Filipina dikabarkan siap kucurkan dana US$ 2 miliar atas 51% saham BUMI. Namun kabar ini dimentahkan oleh Presiden Direktur BNBR, Nalinkant A Rathod.

"Kalau dia (San Miguel) nawar segitu, nggak mungkin kita nolak kan," ujarnya kemarin.

Dengan begitu Northstar kini sebagai satu-satunya harapan BNBR untuk penyelesaian masalah-masalahnya sehingga BNBR sangat bergantung pada Northstar.

Sementara Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali juga mengakui bahwa nilai US$ 1,3 miliar yang akan dibayarkan oleh Northstar belum menjadi angka final.

Dalam klausul transaksi Northstar disebutkan BNBR harus mengamankan 35% sahamnya di BUMI, baru transaksi US$ 1,3 miliar terjadi. Jika BNBR gagal mengamankan 35% sahamnya, maka nilai pembelian Northstar bisa lebih rendah dari kesepakatan awal sebesar US$ 1,3 miliar.

"Kalau ditanya bagaimana akhir transaksi ini, kami tidak bisa memastikannya. Tapi kita akan kerja keras agar transaksi ini bisa berhasil," ujar Nalinkant. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads